Kemudahan Berusaha, Menko Darmin Ingin Salip Ranking Vietnam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, memberikan keynote speaker dalam acara Road to Digital Economy 2020 di Balai Kartini, Jakarta, 2 Juni 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, memberikan keynote speaker dalam acara Road to Digital Economy 2020 di Balai Kartini, Jakarta, 2 Juni 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pemerintah akan terus memperbaiki iklim usaha dan perizinan di tahun ini. Dia pun menargetkan ranking Indonesia dalam ease of doing business (EoDB) atau kemudahan berusaha bisa menyalip ranking Vietnam.

    "EoDB kita masih ranking 91. Kita masih mau fight terus dan kita harus siap untuk tahun ini. Saya punya perkiraan ada di mana kita nanti di akhir tahun. Kita fight bagaimana melewati Vietnam," kata Darmin di Kompleks BI, Jakarta Pusat, Kamis, 27 April 2017.

    Baca: Perbaiki Indeks Kemudahan Berusaha, Ini 3 Skema Pemerintah

    Saat ini, EoDB Vietnam berada di peringkat 82. Sebelumnya, Vietnam mendapatkan ranking ke-91. Adapun Indonesia saat ini berada di posisi ke-91 dalam EoDB yang dirilis pada 2016. Posisi tersebut naik 15 tingkat di mana sebelumnya Indonesia berada di ranking ke-106.

    Baca: Top Reformer, Jokowi Ingin Perbaikan Peringkat Kemudahan Berusaha

    EoDB Indonesia perlu ditingkatkan untuk memudahkan investor berinvestasi di Indonesia. Apalagi, saat ini pemerintah tengah getol membangun proyek-proyek infrastruktur. Menurut Darmin, proyek-proyek itu tidak bisa hanya dibiayai dengan APBN. "Kita harus melibatkan swasta."

    Menurut Darmin, pembangunan infrastruktur memiliki efek berantai ke berbagai sektor. Hasilnya, kata dia, arah perlambatan ekonomi Indonesia berbelok. "Di 2016 kita mulai naik kembali. Itu mesti kita syukuri karena kebanyakan ekonomi dunia tidak bisa membalikkan itu," tuturnya.

    Pemerintah, kata Darmin, juga semakin bisa mengendalikan inflasi. Dengan berbagai upaya yang ditempuh, inflasi pada 2016 terkendali di level 3,02 persen. "Yang menggembirakan juga, terdapat kenaikan pertumbuhan yang walaupun kecil tapi disertai beberapa hal positif," ujarnya.

    Pertumbuhan ekonomi pada 2016 mencapai 5,02 persen. Darmin menuturkan pertumbuhan itu berkualitas. "Karena tingkat pengangguran turun, tingkat kemiskinan turun, dan gini ratio juga turun. Dalam ekonomi makro, itu pertumbuhan yang kualitasnya baik," katanya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.