Menteri Darmin Sebut Pertumbuhan Ekonomi Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution usai rapat koordinasi membahas harga gas industri di Gedung Kemenko Perekonomian, 4 Oktober 2016. Tempo/Richard Andika

    Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution usai rapat koordinasi membahas harga gas industri di Gedung Kemenko Perekonomian, 4 Oktober 2016. Tempo/Richard Andika

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2017 lebih baik dibanding proyeksi. Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi pada kuartal I hanya tumbuh 4,99 persen.

    "Pertumbuhannya tidak terlalu ambisius, tapi, ya, masih tinggi. Rasanya mendekati 5,1 persen," katanya dalam peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2016 di Kompleks BI, Jakarta Pusat, Kamis, 27 April 2017.

    Baca: Pertumbuhan Ekonomi Membaik Didukung 3 Faktor Ini

    Menurut Darmin, pada kuartal I, harga komoditas ekspor, terutama hasil perkebunan, seperti karet dan kelapa sawit, membaik. "Itu akan ditransmisikan menjadi kenaikan penghasilan di Sumatera, Kalimantan, dan pulau lain," ucapnya.

    Dengan begitu, Darmin menilai pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I adalah peran ekspor dan impor yang lebih positif serta konsumsi yang relatif membaik. "Ada satu lagi. Tahun lalu, panen bergeser ke kuartal II. Tahun ini, panen balik ke kuartal I," ujarnya.

    Darmin menambahkan, apabila pertumbuhan ekonomi pada kuartal I mencapai 5,1 persen, ekonomi akan tumbuh di kisaran 5,2-5,4 persen pada akhir tahun ini. "(Angka tengahnya) 5,3 persen," tutur mantan Gubernur BI tersebut.

    Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara juga meyakini pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017 sekitar 5-5,4 persen. Menurut dia, harga komoditas membaik. "Pilkada sudah selesai, seharusnya optimisme pengusaha untuk capital expenditure lebih siap," katanya.

    Baca: Pemerintah Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6 Persen

    Selain itu, Mirza menuturkan perbankan juga lebih siap. Dia pun berpesan kepada perbankan untuk lebih optimistis. "Yang pencadangannya sudah kuat, bersih-bersihnya harus cepat. NPL (non performing loan) cepat dibersihkan untuk mengangkat peluang bisnis," ujarnya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.