Badan Pengelola Usulkan Deposito Dana Sawit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani menata buah kelapa sawit hasil panen di perkebunan Mesuji Raya, OKI, Sumatera Selatan, Minggu (4/12). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

    Petani menata buah kelapa sawit hasil panen di perkebunan Mesuji Raya, OKI, Sumatera Selatan, Minggu (4/12). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP Sawit) berencana memanfaatkan duit pungutan ke sektor penanaman modal. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan terhadap setoran ekspor.

    Direktur Utama BPDP Sawit Dono Boestami mengatakan bakal membicarakan rencana ini dengan pemerintah. Kebijakan masih dalam tahap perumusan di internal lembaga. "Kami mau bikin kebijakan investasinya dulu. Sedang dibuat sekarang," kata Dono di Jakarta, Rabu, 26 April 2017.

    Baca: Setor Pungutan Ekspor Sawit Tak Perlu Repot Lagi

    Dono menyiapkan duit sekitar Rp 2-4 triliun. Dia menjamin dana yang disiapkan tidak akan mengganggu kewajiban anggaran untuk biodiesel. Sebab, besaran itu berasal dari dana yang menganggur. "Investasi akan memakai instrumen yang ada dalam negeri melalui Rupiah. Kami tidak ingin menanggung resiko kurs."

    Baca: Ini Kata Darmin Soal Tata Kelola Badan Pengelola Dana Sawit

    Direktur Perencanaan, Penghimpunan, dan Pengelolaan Dana BPDP Sawit Agustinus Antonius mengatakan anggaran bakal dimasukkan dalam deposito. Agustinus mengatakan imbal hasil investasi nantinya bakal digunakan untuk dana abadi.

    Namun untuk investasi berjangka lebih dari setahun, dia merasa perlu mendapat persetujuan Kementerian Keuangan. "Produk hukumnya dalam bentuk peraturan direksi. Kami hanya memastikan supaya kebijakan sejalan dengan regulasi pemerintah," kata Agustinus.

    Dia menargetkan investasi bisa dimulai tahun ini. Nantinya, badan pengelola bakal menunjuk manajer investasi yang dipilih melalui tender terbuka.

    BPDP mencatat tahun lalu, dana yang menganggur mencapai Rp 5,7 triliun. Duit tersebut bisa bertahan hingga akhir tahun jika target perolehan setoran ekspor tidak berubah.

    Tahun ini badan pengelola menargetkan penerimaan setoran ekspor produk kelapa sawit tahun ini sebesar Rp 10,3 triliun. Angka ini lebih rendah dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 11,7 triliun. Namun Agustinus memperkirakan realisasi penerimaan tahun ini melampaui target. Sebab, per kuartal I saja, penerimaan setoran sawit mencapai Rp 3,3 triliun. Jumlah tersebut lebih tinggi 20 persen dibanding kuartal I tahun lalu.

    "Jika dihitung flat bisa melebihi target. Semoga benar," katanya.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.