Aturan Taksi Online Belum Terbit, Pemprov Diancam Mogok Massal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terguncang-guncang Taksi Online

    Terguncang-guncang Taksi Online

    TEMPO.COMakassar - Aliansi Masyarakat Moda Transportasi Indonesia (AMMTI) mendesak Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menetapkan regulasi tentang tarif dan kuota taksi online. Sebab, banyak sopir angkutan konvensional yang menjerit karena banyak taksi online beroperasi.

    "Seharusnya ada aturan teknisnya karena pertumbuhan taksi online merajalela. Tapi sampai sekarang tak ada kejelasan," kata Burhanuddin, Ketua AMMTI Sulawesi Selatan, Rabu, 26 April 2017.

    Dia menegaskan Syahrul Yasin Limpo harus segera menerbitkan aturan tentang tarif dan kuota taksi online. Aturan tersebut untuk menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang keberadaan taksi online. Sehingga, menurut dia, persoalan ini bisa cepat terselesaikan.

    Baca: Aturan Baru Sebabkan Taksi Online Lebih Mahal, Ini Alasannya

    Jika tidak, Burhanuddin menegaskan, pihaknya bakal menggelar aksi mogok massal, Kamis, 27 April 2017. Sebab, menurut dia, aturan terkait dengan tarif dan kuota taksi online sangat mendesak. "Kalau didiamkan begitu saja, angkutan konvensional akan mati," ucapnya.

    Menurut Burhanuddin, pendapatan sopir angkutan konvensional sudah mulai mengalami penurunan hingga 50 persen. "Sopir taksi rental itu yang paling merasakannya," tuturnya.

    Baca: Tarif Taksi Online Akan Menyamai Taksi Konvensional

    Syahrul Yasin Limpo tak ingin terburu-buru menerbitkan aturan taksi online. Sebab, penyusunannya harus dilakukan dengan matang. "Ini agar tidak memicu konflik antara angkutan konvensional dan online," ucapnya.

    Syahrul menjelaskan, regulasi ini membutuhkan kajian yang mendalam karena harus menampung seluruh aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan agar aturan tak merugikan sebagian pihak. "Kita sedang mencari solusinya melalui pendekatan kepada seluruh pihak," katanya.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.