Jokowi Ajari Bagaimana Bertarung Menggaet Investor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Amerika Serikat Micahel Pence berbincang dengan Presiden Indonesia, Jokowi saat berkunjung ke Istana Kepresidenan di Jakarta, 20 April 2017. REUTERS

    Wakil Presiden Amerika Serikat Micahel Pence berbincang dengan Presiden Indonesia, Jokowi saat berkunjung ke Istana Kepresidenan di Jakarta, 20 April 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo kembali mengatakan bahwa Indonesia tengah bertarung dengan negara-negara lain di Asia untuk merebut perhatian calon investor. Hal itu, kata Jokowi, mengingat banyak negara-negara di Asia tengah berupaya mendorong pertumbuhan ekonominya. Oleh karenanya, ia tidak menganggap pemimpin negara tetangga hanya sebagai teman.

    "Semua orang (investor) sekarang melihat ke Asia Timur, ke Asia. Jadi, kepala pemerintahan di Asia Timur, kamu pesaing saya, kamu bukan teman saya. Saya selalu berpikir seperti itu di otak. Di foto kelihatan akrab, di otak saya berkata dia saingan saya," kata Jokowi pada saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Jakarta, Rabu, 26 April 2017.

    Baca: Isu Perombakan Kabinet, Ini Menteri yang Rawan Digeser Jokowi

    Presiden Jokowi menyatakan hal itu juga karena melihat calon-calon investor yang ada mudah sekali memindahkan target investasinya. Begitu mendapat impresi tak baik dari satu negara, kata Presiden Joko Widodo, target investasinya akan dirubah dalam hitungan detik. Dan, merebut kesempatan perubahan itu yang tidak mudah bagi kepala negara manapun.

    "Kalau investor gak jadi invest, itu karena pindah tempat, bukan karena benar-benar gak jadi investasi. Nggak jadi di Indonesia, dia bisa saja investasi di Vietnam, Thailand, atau Myanmar yang mungkin memberikan kenyamanan," ujar Jokowi.

    Baca: Isu Ahok Masuk Jika Reshuffle Kabinet, Jokowi: Masih Gubernur

    Jokowi menerangkan, banyak hal yang harus dilakukan agar Indonesia lebih mudah menggaet investor ke depannya. Selain mempermudah perizinan dan pelayanan, kata Presiden Joko Widodo, memberikan kepastian hukum yang kuat juga merupakan kunci untuk menarik minat investor.

    "Itu yang harus diubah kalau tidak ingin ditinggal negara lain. Kita rugi dua kali kalau ada perpindahan investasi. Pertama kita kehilangan investasi, hal yang kedua adalah saingan kita yang dapat investasinya," ujarnya.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.