BKPM: Realisasi Investasi Kuartal I 2017 Capai Rp 165,8 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKPM Thomas Lembong mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 31 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    Kepala BKPM Thomas Lembong mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 31 Agustus 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi kuartal pertama 2017 sebesar Rp 165,8 triliun atau meningkat 13,2 persen dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya dengan Rp 146,5 triliun.

    Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan realisasi tersebut merupakan angka yang optimistis untuk mengejar target realisasi investasi 2017.

    "Melihat data realisasi PMA dan PMDN triwulan pertama ini menggambarkan bahwa minat investasi di Indonesia tetap tinggi, dan kami semakin optimistis target tahun 2017 sebesar Rp 678,8 triliun dapat tercapai," ucapnya saat memberikan keterangan pers di kantornya di Jakarta, Rabu, 25 April 2017.

    Baca: Kebut Proyek Prioritas, Sri Mulyani Gunakan Dana Alokasi Khusus

    Penanaman modal dalam negeri (PMDN) naik 36,4 persen menjadi Rp 68,8 triliun. Penanaman modal asing (PMA) juga naik 0,94 persen menjadi Rp 97,0 triliun. Untuk penyebaran, realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 90,5 triliun dan di luar Jawa meningkat menjadi Rp 75,3 triliun.

    "Realisasi investasi di luar Jawa triwulan I 2016 sebesar 44,9 persen. Pada triwulan I 2017, realisasinya naik menjadi 45,4 persen. Artinya, porsi investasi di Luar Jawa terjadi kenaikan sekitar 1 persen," ujar Thomas.

    Simak: Jokowi Sebut Pengusaha Indonesia Kurang Inovatif, Kenapa?

    Ia mengatakan realisasi investasi kuartal I 2017 itu telah menyerap tenaga kerja 194.134, terdiri atas 67.807 tenaga kerja dari PMDN dan 126.327 tenaga kerja dari PMA. "Angka capaian tambahan tenaga kerja ini positif bagi upaya pemerintah untuk mendorong terjadinya penciptaan lapangan kerja," ucapnya.

    TONGAM SINAMBELA | WAWAN PRIYANTO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.