Harga Emas Berlanjut Melemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi emas batangan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi emas batangan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas melanjutkan pelemahannya pada perdagangan kemarin,  Selasa, 25 April 2017, seiring meredanya kecemasan pasar atas hasil pemilihan presiden di Prancis sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham sekaligus memperkecil daya tarik emas.

    Harga emas Comex kontrak Juni 2017 melemah 0,47 persen atau 6 poin ke US$ 1.271,50 per ounce pada pukul 18.33 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,03 persen atau 0,40 poin di posisi 1.277,90. Pada perdagangan Senin, 24 April 2017, harga emas ditutup melemah 0,90 persen ke US$ 1.277,50.

    BacaIsu Perombakan Kabinet, Ini Menteri yang Rawan Digeser Jokowi

    Dilansir Reuters, kandidat Presiden Prancis yang pro-bisnis, Emmanuel Macron, memenangkan putaran pertama pilpres Prancis pada 23 April 2017 atas tokoh politik sayap kanan, Marine Le Pen. Sejumlah jajak pendapat pun mengindikasikan dukungan yang lebih kecil bagi Le Pen.

    Pemberitaan seputar hasil tersebut disambut positif oleh pasar saham serta menekan harga emas ke level terendahnya sejak 11 April pada sesi perdagangan sebelumnya, di saat minat investor beralih dari aset safe haven.

    Lihat jugaHari Ini Rupiah Berpotensi Menguat

    “Kita telah bergerak dari sejumlah pendorong positif untuk emas pekan lalu ketika imbal hasil terlihat defensif dan terdapat banyak risiko geopolitik. Namun saat ini dengan adanya hasil pilpres Prancis (putaran pertama), ada sedikit lonjakan atas kembalinya minat terhadap aset berisiko ke pasar,” ujar Ole Hansen, head of commodity strategy Saxo Bank.

    Emas acapkali dipandang sebagai investasi alternatif selama periode penuh ketidakpastian politik dan finansial. Di sisi lain, meningkatnya risiko keamanan masih memberi dukungan atasnya serta membatasi pelemahannya.

    Korea Utara hari ini melancarkan latihan militer di saat kapal selam Amerika Serikat merapat di Korea Selatan di tengah kekhawatiran seputar program nuklir dan rudal Pyongyang.

    “Skenario terhadap aset berisiko meningkat (setelah hasil pilpres Prancis), namun emas tidak melemah terlalu dalam. Tetap ada banyak orang yang masih cemas tentang tak hanya Prancis namun juga negara Eropa lainnya, kebijakan Trump, dan Korea Utara. Investor cenderung menahan emas daripada menjualnya,” ujar Yuichi Ikemizu, head of commodity trading Standard Bank.  

    Fokus pasar berikutnya akan tertuju kepada rencana Presiden AS Donald Trump untuk memacu perekonomian AS, termasuk reformasi pajak. Trump dijadwalkan akan memaparkan kebijakan reformasi pajaknya pada Rabu. Sejalan dengan emas, harga perak kontrak Juli 2017 turun 0,29 persen atau 0,052 poin ke US$ 17,880 per ounce, setelah dibuka dengan kenaikan 0,32 persen atau 0,058 poin di posisi 17,990.

    Pergerakan emas dan perak di Comex (Commodity Exchange):


































    Tanggal

    Emas kontrak Juni 2017

    US$/ounce

    Perak kontrak Juli 2017

    US$/ounce

    25/4/2017

    (Pk. 18.33 WIB)

    1.271,50 (-0,47 persen)

    17,880 (-0,29 persen)

    24/4/2017

    1.277,50 (-0,90 persen)

    17,932 (-0,03 persen)

    21/4/2017

    1.289,10 (+0,41 persen)

    17,937 (-0,89 persen)

    20/4/2017

    1.283,80 (+0,03 persen)

    18,098 (-0,78 persen)

    19/4/2017

    1.283,40 (-0,83 persen)

    18,240 (-0,60 persen)


    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.