Anies Menjawab soal Kemustahilan DP Rumah Nol Rupiah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kantor Tempo, Jakarta, 21 April 2017. Anies-Sandi terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta usai mengalahkan pasangan Ahok-Djarot. TEMPO/Fardi Bestari

    Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat berkunjung ke Kantor Tempo, Jakarta, 21 April 2017. Anies-Sandi terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta usai mengalahkan pasangan Ahok-Djarot. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Sembilan bulan setelah dicopot dari kursi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Joko Widodo, bintang Anies Rasyid Baswedan kembali terang. Real count Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta mengumumkan Anies bersama wakilnya, Sandiaga Salahuddin Uno, mengungguli pasangan inkumben Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta putaran kedua.

    Baca:

    BI: Program Rumah Tanpa Uang Muka Menyalahi Aturan

    Program Rumah DP Rp 0, Anies Sebut Tak Salahi Peraturan BI

    Jumat pekan lalu, Anies dan Sandiaga berkunjung ke kantor Tempo. Keduanya menjelaskan pelbagai isu, dari termasuk program uang muka rumah Rp 0 yang dicibir banyak orang. Berikut salah satu petikan wawancara yang ditulis dalam majalah Tempo edisi 24 April 2017.

    Banyak pihak menilai program uang muka rumah Rp 0 dianggap mustahil. Apa penjelasan Anda?

    Anies: Ada 49 persen penduduk Jakarta yang tak punya rumah. Ini masalah besar. Semoga di enam bulan sebelum pelantikan ini kami bisa menyiapkan skemanya dengan baik.

    Siapa yang menanggung uang muka?

    Anies: Ada beberapa skema, sebagian pemerintah yang menanggung, sebagian perbankan. Mirip kredit perumahan rakyat tapi uang mukanya tidak dibayarkan di awal dan masuk skema kredit.

    Sandiaga: Peraturan Bank Indonesia ada pengecualian, kalau program pemerintah, perbankan akan memberi kemudahan.

    Rasanya sulit mendapatkan rumah Rp 350 juta di Jakarta, baik apartemen maupun rumah tapak.

    Anies: Jujur saja, beberapa bulan sebelum ini, saya juga tidak mengira ada. Tapi, kalau Anda melihat, ketemu, kok. Tinggal buka situs-situs penjualan properti, pilih rumah di Jakarta, klik harga di bawah Rp 350 juta. Yang bilang tidak ada itu orang yang hanya bergaul di tingkat atas. Ibaratnya, selalu minum kopi Rp 35 ribu secangkir dan tidak percaya ada kopi Rp 3.500.

    Sandiaga: Rasanya memang agak kecut, tapi ada, ha-ha-ha....

    Berapa target pemilikan rumah ini dalam lima tahun?

    Sandiaga: Kebutuhan hunian Jakarta sekitar 300 ribu. Target kami bisa mengurangi 20 persen dari jumlah itu, sekitar 60 ribu.

    REZA MAULANA | RAYMUNDUS RIKANG

    Video Terkait:



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.