Bank OCBC NISP Luncurkan Tabungan 12 Mata Uang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank OCBC NISP meluncurkan produk Tanda 360 Plus, yaitu tabungan dengan 12 mata uang dalam satu rekening. Tabungan multicurrency ini menawarkan fleksibilitas bagi nasabah, kemudahan akses, kebebasan biaya, dan kenyamanan transaksi dalam satu tabungan.

    “Tabungan ini menyasar kalangan emerging affluent dengan mobilitas yang tinggi. Kami juga menawarkan nilai tukar mata uang asing yang kompetitif,” ujar Head of Individual Customer Solutions Bank OCBC NISP Ka Jit dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 25 April 2017.

    Baca: Fitur Layanan Perbankan Ini Rentan Diserang Kejahatan...

    Dia berharap produk yang baru diluncurkan ini dapat meningkatkan pertumbuhan current account saving account (CASA) dengan terus mendorong hadirnya inovasi-inovasi terbaru. “Yaitu diiringi dengan peningkatan kualitas produk dan layanan. Jadi Tanda 360 Plus ini kami hadirkan untuk melengkapi kebutuhan nasabah,” ucap Ka Jit.

    Daftar mata uang yang dapat dikelola Tanda 360 Plus adalah rupiah (IDR), dolar AS (USD), dolar Singapura (SGD), yen Jepang (JPY), euro (EUR), dolar Australia (AUD), pound sterling (GBP), dolar Hong Kong (HKD), Swiss franc (CHF), dolar Kanada (CAD), dolar Selandia Baru (NZD), dan yuan Cina (CNH).

    Ka Jit berujar, keunggulan lain yang dapat dinikmati nasabah adalah bebas biaya administrasi bulanan, bebas biaya transaksi transfer ATM, bebas biaya transaksi tarik tunai di ATM, bebas biaya transaksi transfer melalui fasilitas Internet banking dan mobile banking, serta bebas biaya pembelanjaan. “Selain itu, jika terus meningkatkan saldo dan memperbanyak transaksi melalui berbagai e-channel, nasabah dapat mengumpulkan reward poin untuk ditukarkan dengan beragam hadiah menarik.”

    GHOIDA RAHMAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.