Jelang Ramadan, Pedagang Khawatir Harga Telur Melonjak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memilih telur untuk dijual di sebuah agen penjualan di kawasan Manggarai, Jakarta, 27 Maret 2017. Pemerintah dinilai lamban mengatasi kondisi kelebihan pasokan ayam hidup dan telur ayam, yang menyebabkan harga keduanya jatuh di tingkat peternak. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja memilih telur untuk dijual di sebuah agen penjualan di kawasan Manggarai, Jakarta, 27 Maret 2017. Pemerintah dinilai lamban mengatasi kondisi kelebihan pasokan ayam hidup dan telur ayam, yang menyebabkan harga keduanya jatuh di tingkat peternak. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Sejumlah pedagang di Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah mengaku khawatir terhadap kemungkinan lonjakan harga telur ayam ras menjelang Ramadan hingga usai Lebaran.

    "Saat ini harga masih normal. Tapi yang juga khawatir harganya akan melonjak drastis menjelang Ramadan hingga usai Lebaran," kata Mahmudin, salah satu pedagang telur di Pasar Besar Palangkaraya, Senin, 24 April 2017.

    Dia mengatakan, kenaikan harga tersebut bisanya mulai terjadi sepekan menjelang Ramadhan dan akan kembali normal usai lebaran.

    "Bisanya kenaikan harga tersebut terkadi karena permintaan yang meningkat dan ketakutan stok barang terbatas," kata pedagang telur lainnya, Junita.

    Untuk itu, dia berharap, pemerintah daerah memastikan stok kebutuhan pokok terutama telur ayam tersedia sehingga sekalipun terjadi kenaikan maka masih dalam batas wajar.

    Dari pantauan, harga telur ayam yang dijual pedagang di "Kota Cantik" ini masih berkisar antara Rp 12 ribu per kilogram hingga Rp 14 ribu per kilogram.

    Sementara itu, harga telur ayam ras yang dijual satuan berkisar antara Rp1.200 per butir hingga Rp 1.500 per butir, tergantung dari besarnya telur.

    Yuniati, salah satu warga Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah juga berharap nantinya harga sejumlah kebutuhan pokok menjelang Ramadhan hingga usai lebaran tetap normal.

    "Waktu-waktu tersebut kita banyak sekali keperlua maka jika harga barang naik, harapannya juga tidak terlalu tinggi. Pinginnya pemerintah bisa mengatur harga, minimal agar tak terlalu mahal," harap ibu dua anak ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).