Kuartal I 2017, Telkom Bukukan Laba Bersih Rp 6,69 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jajaran direksi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Hotel Pullman, Jakarta, 21 April 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Jajaran direksi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Hotel Pullman, Jakarta, 21 April 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,6 persen pada kuartal I 2017 dibandingkan kuartal I tahun lalu. Pada Januari-Maret 2016, pendapatan Telkom sebesar Rp 27,54 triliun. Pada Januari-Maret 2017, pendapatan perseroan mencapai Rp 31,02 triliun.

    Selain pertumbuhan pendapatan meningkat, pertumbuhan EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) dan laba bersih juga meningkat pada kuartal I ini, masing-masing 14,7 persen dan 45,8 persen. EBITDA tercatat sebesar Rp 16,81 triliun dan laba bersih Rp 6,69 triliun.

    Seperti dikutip dari rilisnya, Jumat, 21 April 2017, Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen menyatakan bahwa kinerja impresif perseroan disebabkan oleh pertumbuhan layanan data atau bisnis digital. Bisnis data, internet, dan layanan teknologi informasi meningkat 25,4 persen dibandingkan kuartal I 2016 atau mencapai Rp 12,92 triliun.

    "Bisnis yang didominasi oleh layanan fixed dan mobile broadband ini memberikan kontribusi sebesar 41,6 persen terhadap total pendapatan konsolidasi Telkom. Hal ini menunjukkan adanya hasil tranformasi perusahaan menjadi perusahaan telekomunikasi digital,” ujar Harry.

    Anak usaha Telkom, Telkomsel, juga membukukan pendapatan sebesar Rp 22,3 triliun pada kuartal I 2017. Menurut Harry, pertumbuhan pendapatan Telkomsel mencapai 10,4 persen. Adapun pertumbuhan EBITDA dan laba bersih masing-masing sebesar 13 persen dan 17,8 persen.

    Harry menuturkan, Telkomsel masih mampu mempertahankan bisnis legacy selulernya. Menurut dia, untuk terus mengembangkan bisnis selulernya, Telkomsel telah menambah 7.060 Base Transceiver Station (BTS) baru sepanjang kuartal I 2017. "Di mana keseluruhannya adalah BTS 3G/4G,” katanya.

    Di sisi lain, total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan juga meningkat sebesar 3,1 persen menjadi Rp 18,6 triliun. Biaya operation and maintenance pun meningkat 8,5 persen menjadi Rp 8,3 triliun karena perseroan tengah gencar membangun infrastruktur jaringan untuk mendukung mobile dan fixed broadband.

    Harry berharap, kinerja pada kuartal I 2017 dapat terus dipertahankan. “Kinerja yang kuat pada kuartal I ini merupakan kelanjutan pertumbuhan pada 2016. Kami berharap, momentum pertumbuhan pada kuartal I ini dapat kami pertahankan pada kuartal-kuartal selanjutnya,” ujar Harry menambahkan.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.