HARGA CPO Berhasil Rebound Pasca Terkoreksi Enam Hari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membongkar kapal bermuatan minyak sawit mentah (crude palm oil) di Pelabuhan Cilincing, Jakarta, 18 Januari 2016. Harga CPO bergerak menguat pada perdagangan Senin (18/1/2016) di bursa komoditas Malaysia hingga menyentuh level Rp7,68juta/ton. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja membongkar kapal bermuatan minyak sawit mentah (crude palm oil) di Pelabuhan Cilincing, Jakarta, 18 Januari 2016. Harga CPO bergerak menguat pada perdagangan Senin (18/1/2016) di bursa komoditas Malaysia hingga menyentuh level Rp7,68juta/ton. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berhasil rebound pada perdagangan pagi ini, Kamis, 20 April 2017. Kontrak berjangka CPO untuk Juli 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka dengan kenaikan 0,49 persen atau 12 poin di posisi 2.477 ringgit per ton.

    Pergerakannya kemudian menguat 0,85 persen atau 21 poin ke level 2.486 ringgit per ton pada pukul 10.03 WIB.

    Adapun pada perdagangan Rabu, 19 April 2017, harga CPO kontrak Juli ditutup turun 0,32 persen atau 8 poin ke 2.465, level penutupan terendah untuk kontrak teraktif sejak 8 Agustus, seiring turunnya performa minyak kedelai.

    Harga CPO berhasil rebound pada perdagangan pagi ini setelah terkoreksi dalam enam sesi perdagangan berturut-turut sebelumnya.

    Seperti dilansir Bisnis.com, Rabu, 18 April 2017, harga minyak kelapa sawit berpotensi kembali menguat seiring dengan meningkatnya permintaan jelang Ramadan.

    Research and Analyst PT Monex Investindo Futures  Putu Agus Pransuamitra mengatakan, harga CPO mendapat sentimen positif dari proyeksi meningkatnya permintaan dari India dan negara-negara di Timur Tengah menjelang Ramadan.

    Kendati bulan puasa baru dilaksanakan pada pekan terakhir Mei 2017, investor sudah melakukan antisipasi awal. Adapun, sinyal perbaikan permintaan menjelang Ramadan terlihat di dalam data pengapalan CPO Malaysia. Data Intertek Testing Service menunjukkan ekspor CPO Malaysia pada 1 April -15 April 2017 naik 15,2 persen mom menjadi 567.280 ton.

    Dengan proyeksi meningkatnya permintaan, harga CPO diperkirakan kembali mencapai level 2.700-2.750 ringgit per ton pada akhir kuartal II/2017. Menurut Putu, harga masih naik terbatas seiring dengan pembeli yang mengantisipasi kenaikan suplai dari Indonesia dan Malaysia pada paruh kedua 2017.

    Di sisi lain, nilai tukar ringgit pagi ini terpantau berbalik menguat 0,01 persen ke 4,4000 pada pukul 10.17 WIB, setelah dibuka melemah tipis 0,02 persen di  posisi 4,4015.

    Pergerakan Harga CPO Kontrak Juli 2017


































    Tanggal

    Level

    Perubahan

    20 April 2017

    (Pk. 10.03 WIB)

    2.486

    +0,85 persen

    19 April 2017

    2.465

    -0,32 persen

    18 April 2017

    2.473

    -1,00 persen

    17 April 2017

    2.498

    -0,20 persen

    14 April 2017

    2.503

    -0,40 persen


    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.