Sepuluh Saham Jadi Penekan Utama IHSG Turun di Sesi I

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 0,10 persen atau 5,68 poin ke level 5.600,83 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis, 20 April 2017.

    Sebanyak 118 saham menguat, 170 saham melemah, dan 253 saham stagnan dari 541 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menjadi penekan utama terhadap pelemahan IHSG di akhir sesi I.

    Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama dari sektor properti (-0,79 persen) dan perdagangan (-0,50 persen). Saham WSKT (-2,87 persen), PTPP (-3,57 persen), BSDE (-1,10 persen), dan WIKA (-1,67 persen) menjadi penekan utama terhadap pelemahan sektor properti pada indeks sektoral IHSG siang ini.

    Adapun, tiga sektor lainnya bergerak positif dipimpin oleh sektor aneka industri yang menanjak 1,14 persen.

    Apa saja 10 emiten penekan utama pergerakan IHSG siang ini? Berikut rinciannya:

    Berdasarkan kapitalisasi pasar:




























    Kode

    Perubahan

    HMSP

    -1,01 persen

    BBNI

    -2,36 persen

    GGRM

    -2,00 persen

    BMRI

    -0,85 persen

    UNTR

    -1,62 persen


     Berdasarkan presentase: 




























    Kode

    Perubahan

    KOIN

    -19,51 persen

    MFIN

    -14,00 persen

    MASA

    -7,81 persen

    BUMI

    -7,14 persen

    RANC

    -6,82 persen


    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.