Komitmen ExxonMobil Percepat Eksplorasi Blok East Natuna

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Exxon Mobil. REUTERS/Jessica Rinaldi

    Exxon Mobil. REUTERS/Jessica Rinaldi

    TEMPO.CO, Jakarta - ExxonMobil, sebagai salah satu pengembang Blok East Natuna, akan menyampaikan komitmen percepatan pengembangan sumber minyak dan gas bumi tersebut dalam kurun waktu sebulan.

    Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, dalam kunjungan Senior Vice President ExxonMobil Corporation Mark W. Albers pada Kamis, 6 April 2017, terdapat sinyal positif pengembangan blok tersebut.

    Menurut Archandra, ExxonMobil akan menyampaikan komitmennya untuk melakukan percepatan proyek melalui sebuah surat yang akan dikirim dalam kurun waktu sebulan.

    Sebelumnya, terdapat opsi untuk meneken kontrak kerja sama pada 2016. Namun, hal itu urung dilakukan karena kajian pasar dan teknologi (technology market review/TMR) masih berjalan. Padahal, proyek tersebut strategis karena berada di daerah terluar dan memperjelas posisi wilayah Indonesia bila aktivitas bisa dimulai.

    Opsi pengembangan terpisah antara minyak dan gasnya karena dikhawatirkan pengembangan struktur minyak akan mengganggu struktur gas. Berdasarkan data Kementerian ESDM, Blok East Natuna menyimpan potensi sebesar 222 trilion cubic feet (Tcf) dengan hanya 46 Tcf gas di antaranya yang bisa diproduksi. Pasalnya, 72 persen komposisinya adalah karbondioksida.

    Dengan demikian, diperlukan teknologi pemisahan juga injeksi karbondioksida yang bisa memproduksi secara efisien. "There's a good news untuk Natuna. Karena dia [Mark W. Albers] janji dalam sebulan dia akan kirim surat resminya," ujarnya, Selasa, 18 April 2017.

    Kendati demikian, dia tak menyebut secara detail terkait respons resmi perusahaan yang membentuk konsorsium bersama PTT EP Thailand dan PT Pertamina (Persero) sebagai pemimpin konsorsiumnya.

    Pastinya, dia menyebut kajian yang sedang dilakukan berpeluang segera diselesaikan sehingga pengembangan bisa segera dimulai. "[Surat] terkait Natuna untuk diselesaikan."

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.