Laju Rupiah Hari Ini Didominasi Sentimen Pilkada DKI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsyah, Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan, dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistyo membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 6 April 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Kepala Departemen Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsyah, Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan, dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistyo membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 6 April 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.COJakarta - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan kemarin, Selasa, 18 April 2017. Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,09 persen atau 12 poin ke level Rp 13.298 per dolar Amerika setelah diperdagangkan di kisaran Rp 13.286–Rp 13.317 per dolar Amerika.

    Berdasarkan riset tim, PT Samuel Sekuritas menilai surplus dagang RI bisa menjaga likuiditas dolar, tapi ketidakpastian politik masih bertahan. “Surplus dagang yang konsisten tinggi gagal menopang rupiah yang saat ini pergerakannya lebih didominasi ketidakpastian menjelang pilkada Jakarta yang dijadwalkan Rabu.” Demikian dinyatakan riset tersebut, Rabu, 19 April 2017.

    Baca: Pilkada DKI Jakarta: Operasional Bank Indonesia Terbatas

    Kemarin, rupiah dibuka dengan pelemahan tipis 0,02 persen atau 2 poin di posisi Rp 13.288 per dolar Amerika. Adapun pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup melemah 0,09 persen atau 12 poin di posisi Rp 13.286 per dolar Amerika.

    Rupiah yang sempat menguat di pembukaan akhirnya melemah di penutupan, Senin, 17 April 2017, walaupun mayoritas kurs di Asia menguat terhadap dolar Amerika.

    Baca: Bisnis Jasa Nitip, Mulai Jutaan hingga Miliaran Rupiah

    Sementara itu, dolar Amerika terus terpuruk, dan data Cina lebih baik. Dollar index melanjutkan penurunannya hingga dinihari tadi, Selasa, masih merespons Donald Trump yang lebih lunak terhadap proteksi dagang Amerika.

    Indeks dolar Amerika yang mengukur pergerakan mata uang dolar terhadap mata uang utama lain terpantau terkoreksi 0,04 persen atau 0,04 poin ke posisi 100,250 pada pukul 15.54 WIB.

    BISNIS

    Simak: Quick Count Pilkada DKI Putaran 2


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.