Busana Muslim Indonesia Ekspansi Produk ke Pasar Inggris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Inneke Koesherawati memperagakan busana koleksi desainer Anniesa Hasibuan yang bertema Tranquilla saat Muslim Fashion Festival 2017 atau MUFFEST 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, 8 April 2017. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Inneke Koesherawati memperagakan busana koleksi desainer Anniesa Hasibuan yang bertema Tranquilla saat Muslim Fashion Festival 2017 atau MUFFEST 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, 8 April 2017. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COLondon - Desainer Indonesia mulai mengembangkan sayapnya ke Inggris dengan mengikuti pameran dan menampilkan rancangan busana muslim pada Modanisa London Modest Fashion Week. Pameran berlangsung di gedung pameran di Olympia, London, pada akhir pekan lalu.

    "Penampilan busana muslim Indonesia mendapatkan sambutan dan berhasil memukau pengunjung pameran itu dan ini merupakan ekspansi Busana Muslim Indonesia ke Pasar Inggris," demikian Atase perdagangan KBRI London Nur Rakhman Setyoko kepada Antara London, Selasa.

    Menurut dia, potensi pasar Inggris sangat besar untuk busana muslim sehubungan dengan meningkatnya populasi umat muslim di Inggris terus bertambah.

    Desainer Indonesia yang ikut pameran London Muslim Lifestyle Senaz Nasansia dan Tiara Syafruddin, menjelaskan antusias masyarakat Inggris terhadap busana muslim sangat besar dan produk Indonesia memiliki peluang memasuki pasar Inggris.

    Berdasarkan data Badan Nasional Statistik (ONS), yang dirilis akhir Januari 2016 tercatat warga Muslim mencapai 3,1 juta orang pada 2014 atau setara dengan 5,4 persen dari total populasi Inggris,

    Meningkatnya umat muslim membuat WNI Rina Kartina bersama sang suami yang tinggal di Inggris melakukan start up business busana muslim di wilayah Manchester yang menyebutkan visinya membawa produk Indonesia kepada dunia.

    Dalam pameran London Muslim Lifestyle, Rina Kartina dengan brand-nya, Tatuis, berupaya menembus pasar di Inggris yang disebutnya mulai berkembang ketika mereka hijrah ke Manchester dan mengembangkan sayapnya di Kerajaan Inggris.

    "Potensi pasar Inggris sangat besar untuk busana muslim dan tingkat populasi muslim di Inggris cukup besar," ujar Rina Kartina yang menetap di Inggris sejak dua tahun lalu.

    Dia melakukan bisnis busana muslim itu melalui brand yang sudah populer di Indonesia seperti Zalora, Hijup, Hijabenka dan lainnya, tujuannya untuk membuka market baru dan jaringan distribusi.

    "Saya berniat membawa potensi dan kreatifitas Indonesia "from Indonesia to the World" akan dapat terwujud bersama dengan dukungan semua lini masyarakat dan juga pemerintah tentunya," ujarnya.

    Menurut Badan Pusat Statistik neraca perdagangan Indonesia dengan Inggris pada tahun 2016 mencapai surplus 696,5 juta dolar AS. Khusus ekspor pakaian jadi ke Inggris sudah mencapai 211 juta dolar di 2016.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.