Proyek Jalur KA Aceh-Sumut Diklaim Dongkrak Arus Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan jalur kereta api di terowongan proyek Crossrail di Stepney, London, Inggris, 16 November 2016. Proyek Crossrail akan menghubungkan dengan daerah-daerah terpencil di sebelah timur dan barat London. REUTERS / Stefan Wermuth

    Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan jalur kereta api di terowongan proyek Crossrail di Stepney, London, Inggris, 16 November 2016. Proyek Crossrail akan menghubungkan dengan daerah-daerah terpencil di sebelah timur dan barat London. REUTERS / Stefan Wermuth

    TEMPO.CO, Jakarta - Pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan Provinsi Sumatra Utara dinilai dapat meningkatkan pergerakan arus barang dan orang antar kedua provinsi.

    Akademisi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan, jalur kereta api (KA) yang akan dibangun tersebut dapat dimanfaatkan untuk angkutan barang dan penumpang dengan moda transportasi berbasis rel.

    "Harapannya pergerakan orang dan barang bisa lebih lancar lagi," kata Djoko, Selasa, 18 April 2017.

    Dia menambahkan, pembangunan jalur KA tersebut juga dapat memunculkan pertumbuhan kegiatan-kegiatan baru masyarakat di dekat stasiun.

    Masyarakat, paparnya akan memiliki alternatif moda transportasi dengan adanya pembangunan jalur kereta api antar Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan Provinsi Sumatera Utara selain moda transportasi bus umum dan pesawat.

    Pembangunan jalur KA yang akan menghubungkan kedua provinsi tersebut rencananya dari Sigli - Bireun dan Lhokseumawe - Langsa - Besitang. Jalur yang memiliki panjang sekitar 417,541 km tersebut, ungkapnya akan melintasi 8 kabupaten/kota di Provinsi NAD dan satu Kabupaten di Sumatra Utara.

    Dia mengungkapkan, dari total panjang jalur tersebut, sekitar 95% merupakan jalur baru sehingga perlu pembebasan lahan. Sementara jalur yang sudah ada hanya sebesar 5 persen. Sehingga, dia menilai pemerintah hanya cukup melakukan penertiban lahan. Adapun lahan yang disediakan selebar 50 meter, nilainya, sebenarnya bisa dibangun untuk jalur ganda atau double track.

    Menurutnya, pembangunan jalur KA tersebut seharusnya tidak mengalami kendala pembebasan dan penertiban lahan lantaran jumlah lahan yang digunakan sebagai pemukimam hanya sedikit.

    Dia menambahkan, sepanjang jalur tersebut juga rencananya akan dibangun 40 stasiun dengan rincian satu stasiun kelas I, satu stasiun kelas II, dan 38 stasiun kelas III.  Tidak hanya itu, nantinya, dia mengungkapkan juga akan dibangun depo, rumah sinyal, dan pos jaga perlintasan.

    "Sepanjang jalur ini akan terbangun 8 perlintasan tidak sebidang," katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.