Kementan Targetkan 120 Ribu Sapi Diasuransikan Tahun Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ternak Sapi. TEMPO/Prima Mulia

    Ternak Sapi. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian menargetkan sebanyak 120.000 ekor sapi bisa masuk program asuransi ternak sepanjang tahun ini.

    Kasubdit Pembiayaan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Kartining Sardewi menyampaikan ada 30.000 ekor sapi sepanjang kuartal I tahun ini. Keikutsertaan peternak dalam asuransi ternak sapi ini meningkat dibanding tahun lalu sebesar 20.000 ekor.

    "Tahun ini, pemerintah menargetkan ada 120.000 ekor sapi bisa diikutsertakan dalam asuransi ternak sapi," tuturnya dalam Focus Group Discussion Percepatan Pertumbuhan Investasi UKM Bidang Peternakan Sapi Perah di Bogor, Selasa, 18 April 2017.

    Premi asuransi ternak sapi sebesar Rp200.000 per ekor per tahun dengan nilai pertanggungan sebesar Rp10 juta. Program asuransi ternak yang mendapat subsidi pemerintah ini bekerja sama dengan PT. Jasindo.

    Baca
    Istana Bilang Boyolali Berkembang Kalau ada Disneyland
    Sri Mulyani Sebut Rasio Utang Cukup Tinggi, Namun....
    Bulog Coba Produk 'Pakan Ternak Kita'  
    Tertinggi Sejak 2015, Surplus Neraca Perdagangan US$ 3,92 Miliar

    Subsidi yang dibayar pemerintah sebesar Rp 160.000 atau 80 persen dari premi dan yang dibayar peternak Rp 40.000 per ekor atau 20 persen dari premi. Dengan perhitungan tersebut, pemerintah menyediakan Rp 19,2 miliar untuk subsidi asuransi ternak sapi. Adapun resiko yang ditanggung meliputi kematian sapi disebabkan karena penyakit, kematian karena kecelakaan, dan hilang akibat kecurian.

    Dewi menyampaikan minat peternak terhadap asuransi ternak ini karena pemerintah terus mensosialisasikan program ini. Sosialisasi juga makin gencar dilakukan sepanjang tahun ini agar memperoleh target kepesertaan. Program serupa belum cukup sukses pada tahun lalu karena masih tahap ujicoba sejak Juli 2016.

    "Dengan mengikuti program ini artinya ada penggantian ketika terjadi kehilangan atau kematian. Dari 20.000 ekor yang ikut tahun lalu, yang mati sudah 122 ekor," ucapnya.

    Ditemui dalam kegiatan serupa, peternak sapi asal Garut Achmad Wahyudin menyampaikan belum mengikutsertakan 30 ekor sapi perah miliknya pada program asuransi ternak sapi yang digagas pemerintah. Menurutnya, nilai pertanggungan yang diberikan sebesar Rp 10 juta, masih lebih rendah dari harga sapi miliknya yang berkisar Rp 15 juta - Rp 17 juta.

    Soal ini, Dewi menyampaikan peternak dapat mengikuti program asuransi ternak komersial agar memperoleh nilai pertanggungan lebih besar. Namun, pada program tersebut tidak mendapat subsidi dari pemerintah. "Angka Rp 10 juta sudah kami hitung secara seksama. Angka tersebut diperoleh dari rata-rata harga sapi peserta asuransi," katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.