Pertamina Jadi Badan Usaha Khusus, Begini Tanggapan Menteri Rini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan PT Pertamina (Persero) akan sulit melakukan investasi di luar negeri jika berbentuk badan usaha khusus migas. Padahal Pertamina harus melakukan investasi karena cadangan di dalam negeri semakin berkurang.

    "Kalau ini (Pertamina) nantinya badan, dia tak bisa investasi di luar. Pertamina kan fungsinya menyediakan energi," kata Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 18 April 2017.

    Baca: Revisi UU Migas Akan Atur Badan Usaha Khusus Migas

    Pernyataan ini merespons keinginan anggota Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat  soal pembentukan badan usaha khusus migas sebagai bagian dari revisi Undang-undang Migas. Namun begitu, Rini mengungkapkan dirinya tak mau berkomentar soal revisi UU Migas, karena dia mengaku tak mengikuti proses pembahasan beleid tersebut.

    Rini menuturkan pemerintah selalu menekankan kemandirian energi. Karenanya Pertamina diminta melakukan investasi di luar negeri demi mengambil ladang sumur yang punya cadangan migas besar. "Karena di Indonesia cadangan makin tak ada."

    Baca: Bulog Coba Produk Pakan Ternak Kita

    Menurut Rini, Pertamina harus membuat aman ketersediaan energi dan memberikan kekuatan kepada negara, kalau tak ada ketergantungan kepada pihak asing soal energi. "Fossil energy makin habis, kita harus punya sumur di luar Indonesia," katanya.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.