Stok Cina Meningkat Bikin Karet Ditutup Melemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petani mengambil getah karet yang akan diolah menjadi ball karet di Perkebunan Karet Cikidang, Sukabumi, (14/12). Harga karet di tingkat petani saat ini merosot tajam, dari harga sebelumnya Rp 7000/kg menjadi Rp 3000/kg. Tempo/Arie basuki

    Seorang petani mengambil getah karet yang akan diolah menjadi ball karet di Perkebunan Karet Cikidang, Sukabumi, (14/12). Harga karet di tingkat petani saat ini merosot tajam, dari harga sebelumnya Rp 7000/kg menjadi Rp 3000/kg. Tempo/Arie basuki

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga karet berhasil ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa, 18 April 2017, tertekan oleh meningkatnya persediaan karet Cina. Harga karet untuk pengiriman September 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup melemah 1,66 persen atau 3,60 poin ke level 212,90 yen per kilogram (kg).

    Sebelumnya, karet dibuka dengan rebound 0,37 persen atau 0,80 poin di posisi 217,30, setelah kemarin ditutup melemah. He Lihong, analis Shanghai CIFCO Futures, menyampaikan peningkatan persediaan karet di pelabuhan Qingdao mengindikasikan melemahnya permintaan Cina.

    "Tingginya persediaan menunjukkan konsumsi domestik masih lesu," tuturnya seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa, 18 April 2017. Sepanjang April hingga Senin, 17 April 2017, persediaan naik menjadi 220.000 ton. Ini merupakan level tertinggi sejak 27 Mei 2016. Per 31 Maret 2017, jumlah stok karet mencapai 197.900 ton.

    Sementara itu, nilai tukar yen terpantau melemah 0,12 persen atau 0,13 poin ke 109,04 per dolar AS pada pukul 14.10 WIB, setelah dibuka stagnan di level 108,91.

    Pergerakan Harga Karet Kontrak September 2017 di TOCOM


































    Tanggal

    Harga (Yen/Kg)

    Perubahan

    18 APRIL 2017

    212,590

    -1,66 persen

    17 ARPIL 2017

    216,50

    -0,92 persen

    14 APRIL 2017

    218,50

    -2,02 persen

    13 APRIL 2017

    223,00

    +1,50 persen

    12 APRIL 2017

    219,70

    -4,19 persen


    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.