Pilkada DKI Jakarta: OJK Libur Terbatas, Pasar Modal Libur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komite Etik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rahmat Waluyanto. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ketua Komite Etik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rahmat Waluyanto. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan hari pemungutan suara putaran kedua pilkada DKI Jakarta 2017, Rabu, 19 April 2017, sebagai hari libur terbatas. Kantor Pusat OJK di Jakarta serta Kantor Regional 1 DKI Jakarta dan Banten diputuskan tidak beroperasi. 

    Hal itu berpedoman pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2017, yang menetapkan tanggal 19 April 2017 sebagai hari libur di DKI Jakarta. 

    "Diliburkan karena keduanya berkedudukan di DKI Jakarta, sedangkan kantor regional OJK di daerah lain tetap beroperasi seperti biasa," ujar Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 18 April 2017. 

    Baca: Pilkada DKI Jakarta: Bank Indonesia Berikan Layanan Terbatas

    Sementara itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dilansir dalam laman resminya, juga mengumumkan pada 19 April 2017 tidak ada aktivitas yang berlangsung di pasar modal atau diliburkan. 

    Hal itu mengikuti keputusan OJK pusat selaku pengawas pasar modal yang ditetapkan tak beroperasi. "Dengan ini diumumkan bahwa tanggal 19 April 2017 sebagai hari libur Bursa."

    Simak: BI: Utang Luar Negeri per Februari 2017 Tumbuh Melambat

    Bank Indonesia (BI) juga menyesuaikan kegiatan operasional pada 19 April 2017. Penyesuaian itu dilakukan untuk memberi kesempatan kepada pegawai menggunakan hak pilihnya. Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta akan beroperasi secara terbatas.

    Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta juga diliburkan, sedangkan semua kantor perwakilan Bank Indonesia di daerah lain beroperasi normal.

    GHOIDA RAHMAH

    Simak: Quick Count Pilkada DKI Putaran 2


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.