Tandon Ciater Serpong Akan Jadi Tempat Wisata Budaya Tangsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Kawasan wisata baru danau buatan Tandol Ciater di Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan perlu dikelola secara terpadu dengan kegiatan seni-budaya.

    Uten Sutendy, Presiden Tangsel Club, mengatakan dari hari ke hari pengunjung Tandon Ciater dan rumah adat Blandongan, terus semakin banyak, termasuk dari kalangan komunitas yang menggelar berbagai kegiatan.

    “Tapi, sangat disayangkan bila pengunjung di sana hanya melihat tandon air dan gedung Blandongan. Area itu harus dikelola secara terpadu dengan sejumlah kegiatan budaya dan seni yang terjadwal,” katanya, Senin, 17 April 2017.

    Menurutnya, secara pribadi maupun pimpinan Tangsel Club, perhimpunan masyarakat Tangsel dari berbagai profesi untuk kemajuan kotanya, telah menyampaikan kepada Pemkot terkait pengelolaan Tandon Ciater.

    Tondon Ciater terletak di Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, merupakan danau buatan seluas 6 ha yang dilengkapi jogging track, rumah adat Blandongan, musola dan area perkemahan, rame pengunjung khususnya pada akhir pekan.

    Dia menjelaskan area Tandon Ciater sangat strategis dan memiliki prospek bagus untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata alam dan seni budaya yang menarik. 

    Untuk itu, imbuhnya, ada dua fokus yang harus dilakukan dalam pengelolaan Tandon Ciater, yaitu Pertama, gedung Belandongan agar berfungsi sebagai gedung heritage Tangsel tanpa mengubah fungsi dan ciri khasnya.

    Adapun yang Kedua, area keseluruhan Tandon Ciater menjadi pusat wisata seni budaya dengan dibangun miniatur rumah adat lainnya dari etnis yang ada di Tangsel, seperti rumah adat Sunda, Betawi dan Cina.

    “Rumah adat itu lengkap dengan segala variable adat dan seni budayanya, yang merupakan arus besar budaya di Tangsel,” ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.