Penetapan HET, Menteri Perdagangan Paparkan Stok Tiga Komoditas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita melakukan sidak ke pasar ritel modern untuk memastikan harga eceran tertinggi di Carefour Dutamerlin, Jakarta, 12 April 2017. TEMPO/Richard Andika

    Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita melakukan sidak ke pasar ritel modern untuk memastikan harga eceran tertinggi di Carefour Dutamerlin, Jakarta, 12 April 2017. TEMPO/Richard Andika

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memaparkan kondisi stok komoditas yang telah ditetapkan harga eceran tertinggi (HET)  yaitu daging, gula dan minyak goreng. Sok daging saat ini mencapai lebih dari 70 ribu ton di gudang Bulog. "Ya di Bulog dan di PPI masih ada stoknya,," katanya  di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, 17 April 2017.

    Enggar menuturkan dirinya juga sudah bertanya kepada para distributor dan stok masih ada menjelang ramadan dan Idul Fitri. Keberadaan stok daging ini dipasok dari berbagai negara. "Kami pasok dari berbagai negara, paling banyak dari India."

    Baca: KPPU Awasi Harga Tiga Bahan Pokok di Retail Modern

    Ketika ditanya soal impor daging, Enggar mengatakan tahun ini akan ada pemasukan daging sebanyak 100 ribu ton. Langkah ini akan dilakukan secara bertahap di tahun ini. "Berbulan-bulan (impor), karena bergilir masuknya," ujarnya.

    Soal harga daging beku, Enggar kembali mengingatkan ritel modern agar menjualnya di harga Rp 80 ribu per kilogram baik untuk daging kerbau dan sapi. Bahkan dia sempat menemukan ada daging sapi segar dijual seharga Rp 82 ribu per kilogram
    di ritel modern.

    Stok komoditas lainnya seperti gula, kata Enggar sekarang ada sebanyak 460 ribu ton. Ia Sempat menemukan satu toko menjual gula dengan kemasan yang sangat bagus tapi harganya mahal. Ia meminta gula itu tak dijual lagi. "Kalau mau jual
    dengan kemasan sophisticated nanti-nanti sajalah."

    Menurut Enggar, harga gula mulai cenderung turun dengan rata-rata Rp 13 ribu, meski HET-nya adalah Rp 12.500. Dia mengetahui hal ini setelah  kunjungan ke pasar rakyat. Ia menyambut baik   kecenderungan penurunan harga gula.

    Baca: Antisipasi Penimbunan, Mendag: Stok Bahan Pokok buat ...

    Begitu juga dengan  soal stok minyak goreng yang mencapai 1,5 juta ton. Pemerintah siap menggelontorkan minyak goreng  jika memang ada kenaikan harga di daerah-daerah. "Begitu kami gelontorkan, bisa cepat sekali itu turun," ucapnya.

    Diakui penetapan  harga eceran tertinggi memiliki kendala. Terutama pada distribusi komoditas yang belum masif, sehingga terjadi kekurangan stok karena permintaan yang tinggi. Hal ini menbuat peritel modern resah, karena ditakutkan HET ini berlaku menjelang Ramadan dan Idul Fitri saja.

    Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan menegaskan HET ini akan berjalan terus dan akan dievaluasi September nanti. "Kami sampaikan ini tetap berjalan sampai usai lebaran pun tetap ada."

    Pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi gula Rp 12.500 per kilogram, minyak goreng dalam kemasan sederhana Rp 11.000 per liter dan minyak goreng curah Rp 10.500. Selain itu juga diatur HET untuk daging beku sebesar Rp 80 ribu
    per kilogram. Harga ini untuk barang-barang yang dijual di ritel modern.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.