Elpiji Langka, Warga Mesuji Gunakan Kayu Bakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga dan pedagang mengantri untuk membeli gas 3 kilo di kawasan Kampung Gedong, Jakarta, 5 April 2017. Dikarenakan pasokan berkurang sejak dua minggu lalu, ratusan warga dan pedagang rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan gas 3 kilo. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Warga dan pedagang mengantri untuk membeli gas 3 kilo di kawasan Kampung Gedong, Jakarta, 5 April 2017. Dikarenakan pasokan berkurang sejak dua minggu lalu, ratusan warga dan pedagang rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan gas 3 kilo. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Mesuji - Warga Kabupaten Mesuji, Lampung, terpaksa kembali menggunakan kayu bakar karena elpiji tabung ukuran tiga kilogram mengalami kenaikan harga dan langka di pasaran. Eli, seorang ibu rumah tangga asal Desa Wonosari, Kecamatan Mesuji Timur, mengaku kebingungan mencari elpiji tiga kilogram di pasaran. Akibatnya, dia terpaksa harus mencari kayu bakar sampai ke pelosok desa karena kelangkaan elpiji tiga kilogram itu.

    "Kami kebingungan mencari elpiji tiga kilogram, kami pun memasak harus cari kayu bakar atau berinisiatif lainnya, karena kami tetap harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," kata Eli, Ahad, 16 April 2017.

    Baca: Siapkan Rp 6 Triliun, Disneyland Berencana Bangun Wahana di Boyolali

    Seorang pedagang eceran elpiji, Jumadi, 45 tahun, yang berjualan di Kecamatan Mesuji Timur membenarkan kelangkaan dan kenaikan harga elpiji tiga kilogram tersebut. Kini elpiji tiga kilogram yang dijual Jumadi mencapai harga Rp 50 ribu per tabung. Padahal sebelumnya dijual dengan harga Rp 22 ribu tabung. Selain itu, dia mengeluhkan pasokan gas tersebut kini hanya bisa mendapatkan pasokan lima tabung elpiji tiga kilogram. Padahal sebelum kenaikan itu, pasokan gas ini ke agen bisa mencapai 300 tabung per hari.

    “Sejak sepekan terakhir warga sekitar Kabupaten Mesuji merasakan kelangkaan dan mahalnya harga elpiji bersubsidi tiga kilogram,” kata Jumadi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.