Pemerintah Cina Klaim Reformasi BUMN Berjalan Baik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panngeran Mahkota Arab Saudi Pangeran Salman bin Abdul Aziz al-Saud saat bertemu dengan Perdana Menteri Cina Li Keqiang di Ziguangge Pavilion, Beijing, 14 Maret 2015. Sosok Salman dikenal juga sebagai penegak keluarga dan juga bekerja sama dengan pembentukan ulama Wahhabi. REUTERS/Lintao Zhang/Pool/Files

    Panngeran Mahkota Arab Saudi Pangeran Salman bin Abdul Aziz al-Saud saat bertemu dengan Perdana Menteri Cina Li Keqiang di Ziguangge Pavilion, Beijing, 14 Maret 2015. Sosok Salman dikenal juga sebagai penegak keluarga dan juga bekerja sama dengan pembentukan ulama Wahhabi. REUTERS/Lintao Zhang/Pool/Files

    TEMPO.CO, Beijing - Pemerintah Cina mengklaim jika reformasi badan usaha milik negara (BUMN)  di negara tersebut berjalan sukses. Pertumbuhan keuntungan perusahaan selama kuartal pertama 2017 dinilai menjadi bukti dari keberhasilan reformasi tersebut.

    “Kenaikan keuntungan perusahaan merupakan sinyal dari perbaikan perekonomian Cina secara keseluruhan, hal ini juga menunjukkan keberhasilan reformasi yang dijalankan  pemerintah,” kata Shen Ying, kepala akuntan dari SASAC (Stated Owned Assets Supervision and Administration Commision), di Beijing, Jumat, 14 April 2017, seperti yang dikutip dari Xinhua.

    Baca: Pasca Pertemuan Trump- Jinping, Depresiasi Yuan Bakal Berlanjut

    Laporan SASAC pada kamis lalu menunjukkan jika untuk kuartal pertama tahun 2017, 99 dari 102 BUMN mengalami pertumbuhan keuntungan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Bahkan 43 diantaranya mencatatkan peningkatan keuntungan hingga lebih dari 10 persen. Secara kumulatif, peningkatan keuntungan seluruh BUMN Cina selama kuartal pertama tahun ini mencapai 226 miliar yuan (USD miliar dollar) atau meningkat hingga 26,5 persen (year-on-year)

    Pemerintah Cina telah melakukan serangkaian paket reformasi terhadap BUMN negara tersebut. Sejumlah reformasi yang dilakukan yaitu restrukturisasi perusahaan, memotong lapisan manajemen yang berlebihan, hingga mendorong inovasi dari
    tiap perusahaan.

    Refromasi dilakukan oleh pemerintah, setelah pada tahun 2015, keuntungan UMN Cina terus tergerus. Penurunan ini terjadi akibat  buruknya tata kelola perusahaan dan rendahnya produktivitas tenaga kerja BUMN.

    Perdana Menteri Cina, Le Keqiang pada Maret lalu juga menegaskan jika Cina akan semakin menguatkan reformasi  BUMN  sepanjang tahun ini. Le juga berencana untuk menerapkan sistem kepemilikan campuran dari BUMN yang semula dikelola
    sepenuhnya oleh negara.

    Baca: Perbankan di AS Mulai Ragukan Kebijakan Ekonomi Donald Trump

    Peng Jianguo, Sekretaris Jenderal dari Lembaga think thank milik Pemerintah Cina menilai jika skema kepemilikan campuran tersebut juga akan meningkatkan efisiensi dari BUMN. “Capaian dari kuartal pertama ini menunjukkan jika BUMN kami harus lebih berorientasi pasar untuk meningkatkan performanya,” ujar Peng.

    FAJAR PEBRIANTO|SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.