Angkutan Lebaran, PT KAI Daops 1 Siapkan 67 Kereta Harian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga saat akan mendaftar Mudik Motor Gratis masa lebaran 2017 dengan kereta api di Stasiun Senen, Jakarta, 20 Maret 2017. TEMPO/Subekti

    Warga saat akan mendaftar Mudik Motor Gratis masa lebaran 2017 dengan kereta api di Stasiun Senen, Jakarta, 20 Maret 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - PT KAI  (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyiapkan 67 kereta api harian untuk angkutan lebaran 2017. Total keseluruhan tempat duduk yang tersedia sebanyak 50.282 kursi.

    Executive Vice President Daerah Operasi 1, John Roberto, mengatakan kereta api yang disediakan terdiri dari 52 kereta api reguler dan 15 kereta api tambahan. Total tempat duduk kereta reguler sebanyak 41.778 kursi. "Sementara kereta tambahan ada
    8.504 seat," kata dia di Stasiun Senen, Jakarta, Jumat, 14 April 2017.

    Baca: Mudik Lebaran 2017, Tiket Kereta Kelas Ekonomi Habis

    PT KAI menetapkan puncak arus mudik pada 22 Juni 2017 atau H-3. Jumlah penumpang diprediksi sebanyak 17.584  di Stasiun Gambir dan 33.210 penumpang di Stasiun Pasar Senen.

    PT KAI juga menyediakan layanan angkutan motor gratis dengan kereta api selama masa lebaran. John mengatakan tiket kereta api untuk pengiriman motor gratis sudah terjual hampir 75 persen. Dari kapasitas 18.096 motor, jumlah pendaftar angkutan
    motor gratis sebanyak 13.423 motor.

    Untuk penumpang pemilik motor, kapasitas layanan yang disediakan sebanyak 40.704 orang. Jumlah yang telah didaftarkan sebanyak 25.244 penumpang.

    Baca: KAI Siapkan 40.700 Tiket Kereta Lebaran Tambahan ...

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengecek kesiapan Daop 1 untuk melayani penumpang selama lebaran hari ini. Ia meminta PT KAI untuk menambah jumlah perjalanan kereta saat lebaran nanti. "Tambahannya harus ada kepastian, jangan
    sampai ada masalah terkait kekurangan angkutan lebaran," katanya.

    VINDRY FLORENTIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).