Libur Paskah dan Akhir Pekan, Ruas Tol ke Luar Jakarta Padat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kemacetan lalu lintas. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ilustrasi kemacetan lalu lintas. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah ruas tol yang mengarah ke luar wilayah Jakarta mulai padat oleh kendaraan pada libur Paskah dan akhir pekan pada Jumat, 14 April 2017. Berdasarkan laporan PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui akun twitter, arus kendaraan padat di tol Jakarta-Cikampek, di tol Jalan Lingkar Jakarta Jatiasih-Cikunir dan di Bekasi.

    “Karawang Timur KM 53 – KM 57 arah Cikampek padat, kepadatan di lajur masuk dan tempat istirahat,” tulis akun @PTJASAMARGA, Jumat, 14 April 2017, pukul 06.30 WIB. Lalu-lintas tol padat kendaraan juga di Cikarang Utama KM 29 hingga Cikarang Timur KM 39, Jatibening KM 08 hingga Bekasi Timur KM 15, serta jalur Tambun-Cikarang.

    Antrian kendaraan, menurut Jasa Marga, terjadi di Gerbang Tol Cikarang Utama. Petugas memberlakukan sistem buka tutup di tempat istirahat KM 39 arah Cikampek.

    Di Tol Jagorawi, Jasa Marga melaporkan lalu-lintas arah Cawang – TMII – Cibubur – Bogor – Ciawi lancar. Begitu juga ruas Tol Purbaleunyi arah Dawuan – Padalarang – Pasteur – Cileunyi.

    Jasa Marga memperkirakan volume lalu-lintas dari Jakarta menuju luar kota akan meningkat signifikan di Gerbang Tol Cikarang Utama arah Cikampek dan Gerbang Tol Cibubur Utama arah Bogor. Mereka memperkirakan jumlah kendaraan yang meintasi Gerbang Tol Cikarang Utama di Ruas Tol Jakarta–Cikampek meningkat hingga 30 persen dibanding hari biasanya.

    “Pada kondisi normal volumen lalu lintas yang melintas sekitar 75 ribu kendaraan," kata AVP Corporate Communication Jasa Marga, Dwimawan Heru, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 13 April 2017. "Pada libur kali ini puncaknya diperkirakan akan mencapai 98 ribu kendaraan.”

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.