Jokowi: Sudah Saya Payungi, Investasi Raja Salman Hanya Sedikit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan Raja Salman bin Addulazis Al-Saud menaiki sebuah mobil golf saat akan menanam pohon ulin di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, 2 Maret 2017. REUTERS

    Presiden Jokowi dan Raja Salman bin Addulazis Al-Saud menaiki sebuah mobil golf saat akan menanam pohon ulin di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, 2 Maret 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Hari berkunjungnya Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz Al Saud, ke Indonesia belum sepenuhnya hilang dari ingatan Presiden Joko Widodo. Saking masih terngiang-ngiang di kepala, Presiden Joko Widodo sampai curhat perihal besaran investasi yang diterima Indonesia dari Kerajaan Arab Saudi saat berpidato di Pondok Pesantren Buntet, Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat.

    “Saya sedikit agak kecewa (soal investasi dari Arab Saudi). Hanya sedikit ya, sedikit!” ujar Presiden Joko Widodo sebagaimana dikutip dari siaran pers Istana Kepresidenan, Kamis, 13 April 2017.

    Baca: Raja Salman Sampai di Bali, Perhatian Masyarakat Tersedot

    Presiden Joko Widodo menjelaskan, kekecewaannya adalah Indonesia mendapat besaran investasi yang lebih kecil dari Cina. Indonesia mendapat investasi senilai Rp 89 triliun sementara Cina mendapat Rp 870 triliun.

    Presiden Joko Widodo mengaku berharap Indonesia mendapatkan investasi yang lebih besar saat mengetahui besaran investasi yang diterima Cina. Apalagi, kata Presiden Joko Widodo, Indonesia benar-benar menyiapkan penyambutan Raja Salman serapih mungkin hingga dirinya sendiri yang memayungi Raja Salman saat hujan deras menerpa.

    Baca: Pertemuan Raja Salman dan Jokowi Hasilkan 11 Kesepakatan

    “Padahal saya sudah mayungi itu (Raja Salman) waktu hujan. Saya payungi, kemudian memutar Istana (Bogor) juga saya kendarai sendiri (mobilnya),” ujar Presiden Joko Widodo. Sebagaimana diberitakan dulu, kedatangan Raja Salman di Istana Bogor disambut hujan deras.

    Presiden Joko Widodo menambahkan bahwa dirinya juga sempat kaget dan tak percaya akan besaran investasi yang diterima Cina. Saking tak percayanya, Ia mengaku menelepon Raja Salman serta pangerannya. “Moga-moga, Indonesia dapat lebih dari Tiongkok,” ujarnya mengakhiri.

    Sebagai catatan, Pemerintah Indonesia tadinya berharap bisa mendapat investasi hingga US$ 25 miliar atau setara Rp 332 triliun dari Raja Salman. Namun, hal itu tak terjadi karena Indonesia hanya mendapat komitmen investasi sebesar US$ 6 miliar yang ditandai dengan 11 nota kesepahaman (Memo of Understanding).

    Salah satu investasi yang nilainya paling besar adalah kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dengan Saudi Aramco, BUMN Arab Saudi. Kerjasama investasi terkait Kilang Cilacap tersebut niilainya ditaksir sekitar Rp 80 triliun.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.