Situasi Global Memanas, Kerek Saham Pesawat Tempur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur F-15C Eagle dari California Air National Guard, 144th Fighter Wing, melintas dikawasan yang dijuluki Star Wars Canyon di Death Valley National Park, California, 27 Februari 2017. AP/Ben Margot

    Pesawat tempur F-15C Eagle dari California Air National Guard, 144th Fighter Wing, melintas dikawasan yang dijuluki Star Wars Canyon di Death Valley National Park, California, 27 Februari 2017. AP/Ben Margot

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 12 April 2017, atau Kamis waktu Indonesia, di tengah memanasnya situasi geopolitik global.

    Sektor kedirgantaraan dan saham pertahanan pada indeks Stoxx menguat 0,9 persen ke level tertinggi 20 bulan. "Setiap kali ketegangan politik makro timbul, sektor ini mendapat dorongan," kata Fund Manager Simplify Partners Federico Polese seperti dikutip Reuters.

    Menurut Polese, saham perusahaan bidang pertahanan merupakan saham jangka panjang dan tidak terpengaruh ketika iklim politik memanas. "Investor memperkirakan terhadap kemungkinan kenaikan untuk anggaran pertahanan di AS," ucapnya.

    SimakFrekuensi Penerbangan Naik, Garuda Laba 9,36 Juta Dolar AS

    Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,19 persen atau 0,72% ke level 381,90 setelah diperdagangkan pada kisaran 381,60 – 383,90, sementara itu indeks DAX Jerman naik 0,1 persen dan CAC Prancis flat.

    Adapun Saham Syngenta menjadi salah satu pendorong indeks Stoxx dengan penguatan 2,2 persen, setelah rencana pengambilalihan perusahaan produsen pestisida dan benih Swiss tersebut oleh ChemChina senilai US$43 miliar disetujui regulator Cina.

    Saham produsen suku cadang mobil asal Prancis, Faurecia, menguat 1 persen setelah membukukan penjualan kuartal pertama yang meningkat 10 persen ke 4,2 miliar Euro. Sedangkan produsen mobil mewah Jerman Daimler naik 0,3 persen setelah menyatakan laba kuartal pertama melonjak 87 persen karena penjualan Mercedes-Benz yang kuat.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.