Ketegangan AS dan Korea Utara Dukung Harga Emas Berjangka Naik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi emas. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Ilustrasi emas. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Rabu atau Kamis pagi WIB, 13 April 2017, karena ketegangan geopolitik antara AS dan Korea Utara yang terus berlanjut memberikan dukungan terhadap logam mulia.

    Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Mei, naik 3,9 dolar AS atau 0,31 persen menjadi menetap di 1.278,10 dolar AS per ounce.

    Para investor beralih ke aset "safe haven" logam mulia, setelah Presiden A.S. Donald Trump memerintahkan sebuah kelompok armada Angkatan Laut AS memasuki perairan di semenanjung Korea.

    Analis mencatat bahwa meskipun berita ini telah diketahui untuk sementara waktu, dampaknya belum sepenuhnya dicerna oleh pasar, sehingga menghasilkan dukungan yang terlihat pada Rabu, 12 April 2017.

    Sebuah laporan yang dirilis pada Rabu, 12 April 2017, oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa harga ekspor meningkat sebesar 0,2 persen selama Maret, dan harga impor turun 0,2 persen selama bulan tersebut.

    Para analis menafsirkan laporan ini sebagai laporan yang mengindikasikan pelemahan potensial dalam harga konsumen dan laporan harga produsen yang akan datang.

    Emas mendapat dukungan lebih lanjut karena Indeks Dolar AS telah menarik diri dari kenaikan tajam pada Selasa, 11 April 2017, naik hanya 0,02 persen menjadi 100,73 pada pukul 18.15 GMT. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama.

    Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih murah bagi investor.

    Logam mulia tersebut mendapat dukungan tambahan karena Dow Jones Industrial Average AS turun sebesar 38,83 poin atau 0,19 persen pada pukul 18.20 GMT.

    Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas mengalami kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman, sementara sebaliknya ketika ekuitas AS menunjukkan kenaikan maka logam mulia biasanya turun.

    Perak untuk pengiriman Mei bertambah 4,6 sen atau 0,25 persen menjadi ditutup pada 18,3 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 1,6 dolar AS atau 0,17 persen menjadi berakhir di 967,90 dolar AS per ounce, demikian Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.