Bulog Siap Pasok Kebutuhan Pokok Untuk Ritel Modern

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menyatakan siap memasok kebutuhan pokok untuk dipasarkan di ritel modern sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

    Kepala Perum Bulog Divre Sumbar Benhur Nkaimi mengatakan lembaganya siap memasok kebutuhan pokok di pasaran, terutama gula dan beras untuk dijual di toko ritel, sehingga harga lebih terkendali.

    “Kami siap pasok, komoditas gula, beras, minyak goreng, daging beku, karena sebagian sudah tersedia di gudang Bulog,” katanya, Rabu, 12 April 2017.

    Dia mengatakan saat ini gula sudah dipasok ke sejumlah ritel modern di daerah itu sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Untuk Sumbar, komoditas gula salah satu yang mengalami peningkatan permintaan selama Ramadan dan Lebaran.

    Sementara itu, untuk daging beku, Bulog Sumbar tidak memiliki stok, namun jika diperlukan lembaganya siap menyuplai kebutuhan tersebut.

    Adapun, untuk beras, Bulog mengklaim cadangan mencapai 20.000 ton yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Bahkan, jumlah dinilai cukup untuk kebutuhan lima bulan ke depan.

    “Sekarang, stok kami ada 20.000 ton untuk lima bulan. Jadi tidak hanya untuk bulan puasa, tetapi setelahnya juga masih aman. Dalam waktu dekat juga akan datang lagi 3.000 ton,” ujarnya.

    Dia menyebutkan jumlah sebanyak itu diyakini mampu menutupi kekurangan suplai beras akibat meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Lebaran.

    Selain memastikan ketersediaan pasokan beras, Bulog juga menjamin tercukupinya stok gula menghadapi tingginya permintaan di bulan puasa.

    Untuk dua komoditas tersebut, Bulog bermitra dengan koperasi dan UMKM membentuk toko Sahabat Tani guna menyalurkan beras dan gula secara komersial ke masyarakat.

    Saat ini, jumlah toko Sahabat Tani mencapai 400 unit, yang tersebar di seluruh daerah Sumbar. Benhur menargetkan sampai akhir tahun, jumlah toko mitra bisa mencapai 1.000 unit.

    Bulog Sumbar juga menargetkan mampu menyerap 16.000 ton beras petani lokal tahun ini dengan harga beli Rp 7.300 per kilogram.

    “Sayangnya kami baru bisa penuhi sekitar 1.000 ton. Karena harga beras lokal di pasaran lebih mahal,” katanya.

    Dia menyebutkan, beras di gudang perseroan didatangkan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan, dan sedikit sekali yang diserap dari petani lokal Sumbar.

    Selain komoditas beras dan gula, Bulog juga merencanakan untuk menyerap cabai merah dan bawang merah guna menjamin terpenuhinya pasokan komoditas pangan dan menciptakan stabilitas harga di pasaran.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.