Kejar Proyek Infrastruktur, Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan kendaraan melintas di samping pembangunan bentang tiang dalam tahap penyelesaian proyek Light Rail Transit (LRT), di sisi jalan tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, 21 Maret 2017. Proyek pembangunan LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi ditargetkan selesai dan siap beroperasi pada Mei 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Ratusan kendaraan melintas di samping pembangunan bentang tiang dalam tahap penyelesaian proyek Light Rail Transit (LRT), di sisi jalan tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, 21 Maret 2017. Proyek pembangunan LRT Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi ditargetkan selesai dan siap beroperasi pada Mei 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah terus mengejar target penyelesaian proyek prioritas infrastruktur nasional tuntas pada 2018. Presiden Joko Widodo mengatakan pembangunan infrastruktur tidak bisa ditunda lagi karena bila mundur berpotensi menambah pembiayaan.

    ”Kami juga ingin mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi,” kata Presiden dalam rapat terbatas tentang pembiayaan infrastruktur di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 11 April 2017.

    Baca: Banyak Proyek Infrastruktur, Potensi Social Finance Meningkat

    Selain pembiayaan melalui anggaran pendapatan belanja negara, pemerintah mendorong skema non-APBN. Beberapa di antara mekanisme non-APBN adalah melalui swasta dan badan usaha milik negara, public private partnership, serta kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

    Pemerintah, ujar Jokowi, ingin swasta bisa ikut membiayai pembangunan infrastruktur. “Pilihan terakhir baru ditempuh dengan pembiayaan dari APBN atau APBD,” ucap Presiden. Di antara sekian banyak proyek prioritas nasional, salah satu yang dibahas dalam rapat terbatas adalah proyek kereta api ringan atau light rail transit (LRT).

    Simak: Perlancar Proyek Infrastruktur, Pemerintah Suntik Rp 20 Triliun

    Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tidak ada persoalan dalam hal skema pembiayaan untuk LRT. Ia menyebut total investasi yang diperlukan mencapai Rp 23 triliun. Sebanyak Rp 9 triliun pembiayaan akan datang dari penyertaan modal negara. “Rp 5,6 triliun (PMN) untuk PT Kereta Api Indonesia,” ucapnya.

    ADITYA BUDIMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.