Tanpa Subsidi, Tarif Kereta Bandara Soetta Lebih dari Rp 100 Ribu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menggarap proyek pembangunan Stasiun Sudirman Baru di Jakarta, 28 Februari 2017. Stasiun kereta yang akan melayani rute Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang tersebut ditargetkan rampung pada Juli 2017. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Pekerja menggarap proyek pembangunan Stasiun Sudirman Baru di Jakarta, 28 Februari 2017. Stasiun kereta yang akan melayani rute Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang tersebut ditargetkan rampung pada Juli 2017. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Tarif Kereta Api menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta diperkirakan akan lebih mahal dari tarif KA Bandara Kualanamu yang dipatok Rp 100.000 per penumpang.

    Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto, dalam penandatanganan nota kesepahaman dengan 10 bank untuk pembayaran nontunai KA Bandara Soetta, mengatakan bahwa harga setinggi itu dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya jarak yang lebih jauh dan biaya pembebasan tanah dan sarana yang tinggi.

    "Kalau saya sendiri berpikir semakin rendah semakin kompetitif, kami ingin competitiveness (daya saing) itu, tapi terkendala penghitungan tarif mau enggak mau kembali ke logika berhitung tadi. Kami inginnya semua murah, tanah murah, sarana murah, tapi itu di luar kemampuan operator," kata Heru hari ini, Selasa, 12 April 2017.

    Baca: Kereta Bandara Ditargetkan Angkut 33 Ribu Penumpang

    Heru mengatakan pihaknya masih akan menghitung besaran tarif yang akan ditetapkan untuk pengoperasian yang ditarketkan mulai Juli 2017 mendatang. "Kami juga ingin laku keras, enggak mungkin nongkrong di angka tinggi nanti kita evaluasi setiap bulannya untuk melihat titik temu terbaik di angka berapa," katanya.

    Menurut dia, tarif bisa lebih murah apabila dibantu oleh subsidi dari pemerintah dalam skema kewajiban pelayanan publik (PSO). Dalam sehari, Heru menyebutkan bisa menampung 33.000 penumpang dengan total 124 perjalanan KA dan 10 rangkaian kereta dengan masing-masing rangkaian terdiri dari enam kereta  atau gerbong.

    Baca: Ombudsman Akan Panggil KAI Terkait Proyek Kereta Bandara

    Namun, untuk pengoperasian awal Juli mendatang baru empat rangkaian KA atau 80 perjalanan yang akan dijalankan dari Stasiun Sudirman Baru karena masih terkendala pengerjaan jalur dwi ganda (double double track) di Stasiun Manggarai.

    "Atau sekitar 76 persen dari 33.000 penumpang sehari untuk tahap awal ini dan itu kita menghitungnya dengan asumsi sekitar 50 juta penumpang pesawat setahun, sekarang sudah 70 juta penumpang setahun," katanya.

    Heru menyebutkan jam operasi KA menuju Bandara Soetta akan disesuaikan dengan jadwal penerbangan, baik itu keberangkatan atau kepulangan dan hadir setiap 15 menit sekali.

    "Kalau penerbangan paling pagi itu pukul 05.00, maka kami akan atur mulai 03.50 sudah berangkat, karena di Kualanamu juga begitu, bahkan kami geser lebih pagi karena Garuda Indonesia, AirAsia dan Citilink berubah jam keberangkatan paling awalnya," katanya.

    Dalam kesempatan sama, Direktur Komersial PT Railink Poerwanto Handry Nugroho menjelaskan tarif KA Bandara Soetta berkisar antara Rp100.000 hingga Rp150.000.

    "Seharusnya lebih dari Rp100.000 karena dari segi infrastrukturnya juga lebih mahal," katanya.

    Rute KA Bandara adalah Manggarai-Sudirman Baru-Duri-Batu Ceper-Bandara Soetta yang bisa ditempuh dalam waktu 54 menit dan bisa mengangkut 274 penumpang sekali jalan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.