Jelang Pidato Yellen, Dolar Amerika Melemah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi mata uang dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Senin atau Selasa pagi WIB, 11 April 2017. Sebabnya investor menunggu pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang dipantau secara cermat pada sore hari.

    Yellen akan berbicara di Universitas Michigan Ford School Of Public Policy pada Senin sore dan diperkirakan akan memberikan informasi lebih lanjut tentang langkah-langkah kenaikan suku bunga Fed berikutnya. Sementara itu, investor masih mencerna laporan penggajian atau payroll non pertanian yang bervariasi.

    Baca: Dolar Amerika Diperdagangkan Bervariasi

    Data penggajian non pertanian (non-farm payrolls/NFL) AS menunjukkan bahwa total lapangan kerja non pertanian naik 98.000 pada Maret, jauh di bawah perkiraan pasar 180.000, dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,5 persen pada Maret, menurut Departemen Tenaga Kerja, Jumat, 7 April 2017.

    Baca: Rupiah Diprediksi Melemah Karena Kuatnya Dolar AS

    Total lapangan kerja non pertanian farm payroll naik tipis sebesar 98.000, jauh di bawah perkiraan pasar 180.000, namun tingkat pengangguran menurun menjadi 4,5 persen pada Maret, menurut Departemen Tenaga Kerja Jumat.

    Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0603 dolar AS dari 1,0586 dolar AS, dan pound Inggris naik menjadi 1,2424 dolar AS dari 1,2371 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke 0,7504 dolar AS dari 0,7500 dolar AS.

    Dolar AS dibeli 110,89 yen Jepang, lebih rendah dari 111,29 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0079 franc Swiss dari 1,0096 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,3330 dolar Kanada dari 1,3416 dolar Kanada, demikian Xinhua melaporkan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.