Genjot Produksi, Pertamina Agresif Akuisisi Blok di Luar Negeri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Budi Setyarso

    TEMPO/Budi Setyarso

    TEMPO.CO, Cirebon - Perusahaan milik negara PT Pertamina (Persero) akan lebih agresif mengakuisisi sejumlah blok minyak dan gas di luar negeri (overseas). Akuisisi blok migas ini diperkirakan mampu menyumbang 33 persen target produksi sehingga target perusahaan di sektor hulu tercapai.

    "Untuk merealisasikan target produksi 1,9 juta barel oil equivalent per day (BOEPD) pada 2025 dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional, Pertamina akan menggencarkan akusisi aset migas di dalam dan di luar negeri," kata Direktur Hulu PT Pertamina Syamsu Alam di Cirebon, Senin, 10 April 2017.

    Saat ini Pertamina telah memiliki blok-blok yang berproduksi di 12 negara, tiga di antaranya yang sudah berproduksi lebih dulu, yaitu Aljazair, Irak, dan Malaysia Selain itu ada tambahan tiga blok produksi di Nigeria, Tanzania, dan Gabon. "Jadi sekarang kita bersyukur Pertamina ada di 12 negara," kata Syamsu.

    Pertamina juga tengah menyiapkan pengelolaan delapan blok terminasi pada 2018 yang telah diserahkan pemerintah kepada Pertamina, termasuk di dalamnya di Sanga Sanga, Kalimantan Timur dan OSES. Optimalisasi aset juga akan dilakukan di berbagai proyek domestik, seperti proyek PHE WMO Integration, Pengeboran Parang Nunukan, Pengeboran Randugunting, Optimalisasi peningkatan cadangan minyak (enhanced oil recovery/EOR) di sumur tua.

    Optimalisasi aset itu untuk meningkatkan produksi migas agar target perusahaan di sektor hulu tercapai. Indonesia yang kini menduduki peringkat ke-16 negara dengan produk domestik bruto (PDB) tertinggi, yakni US$ 941 miliar, ditargetkan menduduki peringkat keempat pada 2050 setelah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India dengan proyeksi PDB US$ 15,432 miliar.

    Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut, Syamsu menilai Indonesia membutuhkan dukungan energi secara maksimal. Kebutuhan energi nasional jauh lebih dari cukup.

    Pada 2015, produksi energi nasional 354 juta ton ekivalen minyak, yang terdiri 271 juta ton batubara dan selebihnya 113 juta ton minyak, gas dan energi terbarukan. Di tengah tingginya konsumsi migas, produksi migas nasional terus merosot, seiring makin menipisnya cadangan yang dimiliki.

    Meski Indonesia memiliki 60 cekungan, cadangan minyak Indonesia saat ini berada di urutan 26 dunia, sekitar 4 miliar barel. Hal yang sama dengan cadangan gas Indonesia di urutan ke-14 dengan cadangan 100 TCF.

    Langkah Pertamina mengelola blok migas di luar negeri juga untuk memperkuat cadangan dan produksi nasional. Hal ini penting dilakukan mengingat hasil produksi migas di overseas akan dibawa pulang untuk diolah di kilang-kilang yang ada di Indonesia dan memenuhi konsumsi BBM domestik.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.