AP II Dorong Bandara Tingkatkan Laporan Keselamatan Penerbangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana bandara terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 23 September 2016. M Iqbal Ichsan/Tempo

    Suasana bandara terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 23 September 2016. M Iqbal Ichsan/Tempo

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Angkasa Pura II (Persero) mendorong peningkatan laporan keselamatan penerbangan di 13 bandara yang dikelola perusahaan itu. Caranya, dengan memanfaatkan teknologi untuk membantu peningkatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan sehingga bisa terlaksana dengan cepat, tepat dan terukur."Penerapan sistem informasi teknologi
    sehingga mempermudah pelaporan,"ujar Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin usai Ramp Safety Campaign 2017 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang,Banten, Jum'at 7 April 2017

    Aplikasi penerapan informasi teknologi dalam sistem pelaporan ini, menurut Awaluddin telah berdampak pada meningkatnya laporan data keselamatan (Safety Report). Berdasarkan pelaporan data keselamatan  yang dihimpun AP II, laporan
    keselamatan mengalami peningkatan signifikan  dari 66  di 2015 atau meningkat lebih dari 800 persen menjadi 537 laporan di 2016. Adapun hingga Maret 2017 jumlah laporan keselamatan telah mencapai 176 laporan."Adanya peningkatan yang cukup
    signifikan ini, didorong oleh penerapan sistem informasi teknologi sehingga mempermudah pelaporan,"katanya.

    Baca:  AP II Resmikan Contact Center Airport 138 di Soekarno-Hatta

    Menurut Awaluddin, peningkatan hazard report  cenderung menurunkan jumlah incident maupun accident. Untuk itu, AP II selalu melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada para karyawan, mitra kerja dan mitra usaha untuk berperan aktif
    dalam pelaporan potensi hazard yang ada di bandara di lingkungan Angkasa Pura II." Dengan demikian akan semakin menurunkan peluang accident dan incident di kawasan bandara kami di tahun 2017 ini,” ujarnya.

    Beberapa hal yang menjadi fokus Angkasa Pura II meliputi pencapaian accident rate operasi penerbangan, frequency rate kecelakaan kerja, tindak lanjut audit keselamatan, hazard reporting, serta pelaksanaan kegiatan runway safety team
    meeting dan rapat panitia pembina K3. Pencapaian accident rate (AR) operasi penerbangan di tahun 2016 adalah 1.39 dan frequency rate (FR) kecelakaan kerja yang tercapai adalah 1.19, dimana capaian AR dan FR tersebut lebih kecil dari
    target tahun 2016.

    Kegiatan Ramp Safety Campaign 2017 juga sebagai upaya meningkatkan dan menumbuhkan kepedulian petugas akan pentingnya keselamatan operasional penerbangan seiring dengan meningkatnya aktivitas penerbangan."Kegiatan ini sangat penting mengingat  keselamatan penerbangan merupakan aspek utama transportasi udara yang tidak dapat ditoleransi sehingga diperlukan upaya menurunkan tingkat kecelakaan," kata Awaluddin.

    Simak: Maskapai Dengan Pramugari Berbikini Ini Bakal Ekspansi ke RI

    Ramp Safety Campaign 2017 yang digelar pada Jumat  bertema Safety is Our Quality, tidak hanya berlangsung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tapi  juga di 12 bandara lainnya.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sangat mengapresiasi kegiatan Ramp Safety Campaign yang dilaksanakan Angkasa Pura II. Ia mengajak seluruh penyelenggara transportasi udara untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan
    keselamatan penerbangan. "Dengan adanya kampanye ini kami optimistis akan mampu memberikan efek positif terhadap hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama perjalanan menggunakan pesawat udara. Perlu kerja keras serta komitmen bersama antara pemerintah selaku regulator dan maskapai selaku operator,” jelas Budi.

    Ramp Safety Campaign merupakan salah satu bentuk dukungan Angkasa Pura II terhadap Kampanye Keselamatan penerbangan yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan dengan semboyan SELAMANYA yakni Selamat, Aman dan Nyaman.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.