2017, XL Gelontorkan Rp 7 Triliun Untuk Peningkatan Jaringan 4G

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PT XL Axiata (XL). en.wikipedia.org

    Logo PT XL Axiata (XL). en.wikipedia.org

    TEMPO.CO SURABAYA – PT XL Axiata Tbk (XL) tahun ini menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 7 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk memperluas dan meningkatkan jaringan 4G salah satunya membangun 17.000 BTS 4G di beberapa wilayah.

    Sr. Advisor XL Center and Pospaid XL Axiata, Rashad Javier Sanchez mengatakan pada skala kota, XL Axiata mentargetkan akan mengembangkan terus layanan 4G ke lebih dari 330 kota di berbagai daerah, termasuk di luar Jawa. “Saat ini, cakupan layanan 4G dari XL Axiata telah mencapai sekitar 53 persen populasi Indonesia,” katanya seperti dikutip dalam siaran pers, Jumat 7 April 2017.

    Baca: XL Home Bidik Penjualan 300 Ribu Pelanggan

    Selain membangun BTS 4G, lanjut Rashad, XL juga memperluas layanan 4.5G di kota-kota sejalan dengan jumlah pelanggan 4G LTE yang terus meningkat melalui pengembangan 4.5G Xperience Zone.

    Baca: XL Axiata Cetak Laba Bersih Rp 376 Miliar pada 2016

    “Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi ke pelanggan tentang teknologi dan layanan lanjutan dari 4G LTE, sekaligus membentuk ekosistem pendukungnya termasuk dari sisi handset dan device yang mendukung teknologi ini,” jelasnya.

    Dia menjelaskan, saat ini sudah terlihat indikasi yang menunjukkan masyarakat Indonesia akan segera membutuhkan 4.5G. Hal ini di tandai dengan pesatnya pertumbuhan pemakaian data khususnya 4G. Selain itu untuk mengakomodasi jumlah pengguna smartphone di XL menjadi 63 persen pada 2016, naik dari 42 persen pada 2015. “Konsumsi data per pelanggan juga meningkat pesat didorong oleh tumbuhnya layanan video streaming,” katanya.

    Adapun XL 4.5G Xperience Zone pada tahap awal tersedia di 20 lokasi yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Antara lain ada wilayah Jabotabek sebanyak 8 lokasi, juga di Bandung, Cirebon, Yogyakarta, dan Surabaya. Lalu di luar Jawa ada di Denpasar, Mataram, Medan, Palembang, Pekanbaru, Makassar, Manado, dan Banjarmasin. Pengembangannya lebih lanjut akan mengikuti perluasan layanan 4G ke kota-kota besar lainnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.