BI: Aliran Modal Masuk per April Sentuh Rp 79,1 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara usai shalat ied menyerahkan sapi kurban miliknya di lingkungan Bank Indonesia, Senin, 12 September 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara usai shalat ied menyerahkan sapi kurban miliknya di lingkungan Bank Indonesia, Senin, 12 September 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, aliran modal masuk (capital inflow) ke Indonesia hingga kini cukup bagus. Menurut catatan BI, aliran modal masuk dari awal Januari hingga 5 April telah mencapai Rp 79,1 triliun.

    "Yang masuk ke pasar surat berharga negara (SBN) Rp 62,1 triliun, ke pasar saham Rp 9,7 triliun, dan ke instrumen BI, seperti surat berharga BI (SBI) Rp 5,7 triliun," kata Mirza di Kompleks BI, Jakarta, Jumat, 7 April 2017. Artinya, sekitar Rp 1,6 triliun masuk ke instrumen lainnya.

    Baca: Ditopang Capital Inflow, IHSG Diprediksi Menguat

    Mirza menuturkan, aliran modal masuk tersebut lebih besar dibandingkan aliran modal masuk pada periode yang sama tahun lalu. Sejak awal Januari hingga 5 April 2016, aliran modal masuk ke Indonesia hanya mencapai Rp 57,6 triliun.

    Adapun rinciannya, aliran modal yang masuk ke pasar SBN Rp 53,4 triliun, ke pasar saham Rp 4,7 triliun, ke instrumen BI Rp 2,3 triliun, dan ke instrumen lainnya Rp 2,8 triliun. "Ini menunjukkan bahwa optimisme kepada emerging market, termasuk Indonesia, baik," kata Mirza.

    Kondisi perekonomian Indonesia, menurut Mirza, memang cukup baik sejauh ini. Dengan adanya panen, pada Maret lalu terjadi deflasi sebesar 0,02 persen. "Kemudian cadangan devisa baik. Kita tinggal mencermati pertumbuhan produk domestik bruto (PDB)," tuturnya.

    Baca: Gubernur BI Yakin Fed Rate Naik Pertengahan Maret Ini

    Mirza menambahkan, emerging market yang saat ini tengah dalam kondisi negatif adalah Afrika Selatan. Beberapa hari lalu, terdapat penggantian Menteri Keuangan Afrika Selatan secara mendadak. "Pasar kaget. Jadi ada outflow (aliran modal keluar). Afsel mengalami tekanan di pasar keuangannya."

    Selain itu, Mirza menuturkan, Turki juga masih mengalami tekanan. Meksiko pun demikian. Menurut Mirza, bank sentral Meksiko telah menaikkan suku bunganya sebanyak lima kali. "Untuk mencegah outflow saat Trump terpilih dan inflasi di Meksiko yang naik," ujar Mirza.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.