Pertamina Pasang Peringatan Miskin di Gas Melon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertamina memberikan label baru elpiji bersubsidi di kemasan gas 3Kg. TEMPO/Robby Irfani

    Pertamina memberikan label baru elpiji bersubsidi di kemasan gas 3Kg. TEMPO/Robby Irfani

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina memasang peringatan bertuliskan "Hanya Untuk Masyarakat Miskin" berupa sablon pada tabung Elpiji berkapasitas 3 kilogram.

    Menurut Area Manager Communication dan Relations JBB Yudi Nugraha hal tersebut bertujuan untuk mencegah pihak-pihak yang tidak sesuai kategori yang ditetapkan oleh Pemerintah menggunakan Elpiji 3 Kg yang merupakan produk bersubsidi.

    Pertamina juga mengajak dan meminta seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan serta mewujudkan pendistribusian dan penyaluran Elpiji bersubsidi yang tepat sasaran. Kemudian, terkait dengan mekanisme monitoring ketersediaan Elpiji 3 Kg, Pertamina memiliki Sistem Monitoring Penyaluran LPG 3 kilogram (SIMOLEK). Sistem ini bertujuan untuk memantau jalannya distribusi Elpiji 3 Kg agar tepat sasaran, mulai dari agen resmi hingga ke seluruh pangkalan di bawah agen.

    Baca
    Awasi Laut, Menteri Susi Gunakan Satelit Inggris Senilai Rp 133 M
    Gandeng DIMO, Perusahaan Yusuf Mansyur Kembangkan Fintech
    PLN Siapkan Belanja Modal Rp 120 T untuk Pembangkit dan Transmisi

    Apabila ada indikasi penyelewengan Elpiji 3 Kg bersubsidi, masyarakat dapat langsung melapor ke Kepolisian setempat, Pemerintah Daerah, Hiswana Migas, atau ke Pertamina Center. PT Pertamina menyatakan bahwa pasokan Elpiji untuk ukuran 3 kilogram bersubsidi di wilayah Jakarta masih stabil.

    "Isu kelangkaan LPG ini selalu kami tindaklanjuti sesegera mungkin. Pertamina sudah memberikan tambahan fakultatif. Selain itu kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan operasi pasar," kata Yudi Nugraha di Jakarta, Kamis, 6 APril 2017.

    Pelaksanaan operasi pasar tersebut dilakukan sejak hari Selasa 4 April 2017 sd hari Kamis 6 April 2017 di beberapa titik lokasi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan. Masing-masing titik dialokasikan 560 tabung. Setiap konsumen hanya diperbolehkan membeli maksimal 2 tabung.

    Operasi tersebut dalam rangka menindaklanjuti isu yang beredar terkait warga yang kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg bersubsidi di wilayah Jakarta, tim Pertamina segera diterjunkan ke lokasi, namun dari hasil pantauan lapangan, tidak terlihat adanya antrian dan dari sisi penjualan tidak menunjukkan grafik yang signifikan.

    Untuk menanggulangi informasi tersebut dan demi memenuhi kebutuhan masyarakat, Pertamina menggelar Operasi Pasar. Khusus untuk operasi pasar, harga jual yang diberlakukan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pangkalan, yakni Rp16.000. Selain operasi pasar, Pertamina sudah memberikan alokasi tabung fakultatif (tambahan) sejumlah 402.840 tabung atau 1.208 MT untuk wilayah Jakarta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.