Permintaan Tinggi, Petani Gencar Tanam Buah Naga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buah naga (Hylocereus undotus) di perkebunan buah naga desa Sinduarjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (10/1). Menjelang Imlek, permintaan buah naga meningkat dengan harga Rp 20 ribu perkilogram. ANTARA/ Wahyu Putro A

    Buah naga (Hylocereus undotus) di perkebunan buah naga desa Sinduarjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (10/1). Menjelang Imlek, permintaan buah naga meningkat dengan harga Rp 20 ribu perkilogram. ANTARA/ Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Para petani di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, setahun terakhir gencar menanam buah naga untuk memenuhi kebutuhan pasar, baik di dalam maupun luar daerah. James, petani di Desa Lawangke, Kecamatan Lembo Raya, Morowali Utara, Selasa, 4 April 2017, mengatakan petani sedang bergairah menanam buah naga karena permintaan pasar cukup tinggi dan harganya cukup bagus di pasaran lokal ataupun luar.

    Harga buah naga di tingkat petani berkisar Rp15-20 ribu per kilogram dan tergantung kualitasnya. Lagi pula, kata dia, para pedagang datang langsung membeli ke petani. "Jadi harga tidak bisa dipermainkan," katanya.

    Hal senada juga disampaikan Jhoni, petani di Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara.
    Ia mengatakan baru tiga bulan terakhir mengembangkan buah naga di areal seluas setengah hektare.

    Dia tertarik membudidayakan buah naga karena ada petani di Kabupaten Morowali yang telah berhasil hanya gara-gara buah tersebut. Karena itu, banyak petani karet dan kelapa sawit di dua kabupaten di Sulawesi Tengah itu mulai gencar mengembangkan tanaman holtikultura tersebut.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah Trie Iriany Lamakampali mengatakan salah satu komoditas hortikultura yang sedang diminati adalah buah naga. Buah naga sekarang banyak dijual di Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.