Kontrak Kereta Cepat Diteken, Teten: Ini Revolusi Transportasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teten Masduki saat dilantik menjadi Kepala Staf Presiden di Istana Negara, Jakarta, 2 September 2015. Teten Masduki menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. TEMPO/Subekti

    Teten Masduki saat dilantik menjadi Kepala Staf Presiden di Istana Negara, Jakarta, 2 September 2015. Teten Masduki menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki menyatakan penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) proyek kereta cepat Jakarta – Bandung merupakan revolusi di bidang transportasi. "Kereta cepat ini merupakan terobosan, modernisation perkeretaapian di Indonesia," katanya di Gedung WIKA, Jakarta, Selasa, 4 April 2017.

    Pernyataan disampaikan usai kontrak konstruksi mega proyek itu diteken oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) dan High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC). Selain Teten, penandatanganan kontrak disaksikan oleh Staf Ahli Menteri BUMN Sahala Lumban Gaol, dan Duta Besar Cina untuk Indonesia, Xie Feng.

    Sahala mengapresiasi komitmen kedua pihak. Ia mengingatkan kontraktor untuk menggunakan bahan lokal sebanyak mungkin. "Demikian juga penggunaan tenaga kerja yang berimbang dari Indonesia dan Cina," katanya.

    Xie Feng mengucapkan terima kasih karena kedua pihak telah bekerja sama menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi selama ini. Ia mengatakan memang banyak masalah selama proyek berjalan sejak 1,5 tahun lalu. "Tapi jika dibandingkan dengan proyek internasional lain, proyek kereta cepat masih berjalan dengan baik," tuturnya

    Proyek kereta cepat, menurut Xie Feng, bisa membangun hubungan baik dan persaudaraan kedua negara. Ia berharap akan lebih banyak kesempatan dan keuntungan yang bisa dibagi kedua negara.

    Direktur Utama PT KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan, mengatakan kontraktor akan mulai bekerja setelah penandatanganan EPC. Ia berharap pembangunan bisa berjalan dengan baik, memenuhi kualitas, dan tepat waktu.

    Kereta cepat ditargetkan beroperasi pada 2019. Agar sesuai jadwal, Hanggoro mengatakan akan meminta kontraktor menyiapkan strategi rencana kerjanya. "Kalau perlu tambah tenaga kerja dan peralatan biar bisa kejar target," katanya.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).