BNI Menarget Penyaluran Kredit UMKM Akan Tumbuh 23,5 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk. menargetkan penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan tumbuh 23,5 persen.

    Senior Vice President Usaha Kecil BNI Anton Siregar menyampaikan pihaknya terus menggali potensi penyaluran kredit sektor mikro. Pada Kuartal I/2017 pertumbuhan UMKM perseroan didominasi oleh sektor perdagangan.

    “Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini, Semester I/2017 UMKM BNI diproyeksikan akan tumbuh sebesar 23,5 persen secara year-on-year (y-o-y),” ujarnya saat dihubungi, Selasa, 4 April 2017.

    Baca
    Avtur Tumpah di Bandara, Pemerintah Investigasi Pesawat Lion Air  
    Ini Penyebab Tingkat Hunian Bintang Lima Turun
    Menhub: Presiden Jokowi Setujui Tarif Batas Bawah Taksi Online

    Menurut Anton, penyaluran kredit sampai saat ini telah tumbuh 17,39% secara y-o-y yang mana sektor ekonomi yang tumbuh paling besar adalah perdagangan yang terintegrasi atau yang memberikan multiplier effect terhadap sektor produktif dan jasa sebesar 28,76 persen, diikuti oleh sektor industri pengolahan yakni 16,52 persen.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta agar penyaluran kredit UMKM tersebut juga tidak hanya terfokus pada kota besar, melainkan merata hingga ke kota kecil lainnya.

    Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia pada Februari 2017, penyaluran kredit ke sektor UMKM tumbuh sebesar 29,8 persen year-on-year menjadi Rp946,3 triliun dibandingkan dengan Januari 2017 yakni hanya sebesar 8.5 persen yakni Rp 780,2 triliun.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.