Ini Alasan Konsumsi Premium Terus Menurun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pengisi bahan bakar Pertalite pada sebuah kendaraan bermotor di SPBU Lempuyangan, Yogyakarta, 14 Agustus 2015. Pertalite adalah bahan bakar minyak jenis baru dengan angka oktan 90. TEMPO/Pius Erlangga

    Petugas pengisi bahan bakar Pertalite pada sebuah kendaraan bermotor di SPBU Lempuyangan, Yogyakarta, 14 Agustus 2015. Pertalite adalah bahan bakar minyak jenis baru dengan angka oktan 90. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menjelaskan hingga Maret 2017 konsumsi bensin RON 88 atau Premium terus menurun dari 85 persen pada dua tahun lalu menjadi 44 persen. Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina, Afandi, menjelaskan sekitar separuh dari pengguna premium pindah ke Pertalite.

    "Jadi posisi sampai Maret, sharenya itu Premium 44 persen, Pertamax 18 persen, Pertalite 38 persen. Kalau dibandingkan awal dua tahun lalu, 38 persen konsumen Premium pindah ke Pertalite berdasarkan total konsumsi gasoline," kata Afandi kepada wartawan, di Jakarta, Selasa, 4 April 2017.

    Baca : Ojek Online Diusulkan Masuk Dalam Revisi UU Lalu Lintas

    Afandi menjelaskan perpindahan konsumsi itu mayoritas ada di wilayah Pulau Jawa karena banyak beredar kendaraan baru yang membutuhkan bahan bakar dengan kadar RON 90 seperti Pertalite. Sedangkan Premium masih banyak digunakan di wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Papua. "Jadi lebih banyak ke Pertalite karena konsumen-konsumen sudah sadar akan kualitas. Mobilnya sudah bagus minta bahan bakar RON 90, ya mereka pakai Pertalite," ucap dia.

    Baca : Dapat IUPK, Pemerintah Izinkan Freeport Ekspor Lagi

    Afandi mengatakan masyarakat lebih menerima Pertalite karena selisih harga yang tidak jauh dengan Premium. "Sekarang bentor (becak motor) dan angkotan umum sudah pakai Pertalite," ucap Afandi. "Kalau angkot pakai Premium justru lebih boros, makanya pakai Pertalite yang konsumsinya lebih irit."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.