Penyaluran Kredit ke Sektor UMKM Tumbuh 29 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memanggang adonan bakpia phatok di pabrik pembuatan Bakpia Phatok 25 di Yogyakarta, 14 Februari 2016. Bank Indonesia (BI) menyambut baik dukungan pemerintah kepada industri perbankan dalam memberikan kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program subsidi kredit usaha rakyat (KUR). TEMPO/Subekti

    Pekerja memanggang adonan bakpia phatok di pabrik pembuatan Bakpia Phatok 25 di Yogyakarta, 14 Februari 2016. Bank Indonesia (BI) menyambut baik dukungan pemerintah kepada industri perbankan dalam memberikan kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program subsidi kredit usaha rakyat (KUR). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertumbuhan kredit ke segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada Februari 2017 mengalami peningkatan. Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia pada Februari 2017, penyaluran kredit ke sektor UMKM tumbuh sebesar 29,8 persen year-on-year menjadi Rp 946,3 triliun dibandingkan Januari 2017 yakni hanya sebesar 8,5 persen yakni Rp 780,2 triliun.

    Baca: Optimalkan Kredit UMKM, BRI Gandeng PNM

    Namun, penyaluran kredit ke segmen mikro malah mengalami penurunan yakni menjadi 4,3 persen menjadi Rp 176,7 triliun dari bulan sebelumnya di tahun yang sama yakni 9,3 persen sebesar Rp 179,5 persen.

    Direktur UMKM PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk Mohammad Irfan menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit UMKM yang lebih besar daripada mikro karena upaya yang dilakukan perseroan.

    Baca: OJK Gandeng Perbankan Kucurkan Kredit di Sektor Pangan

    “Pembinaan UMKM dan perekonomian kita semakin membaik, hasilnya adalah semakin banyak pengusaha mikro dan kecil yang naik kelas sehingga kebutuhan kredit juga meningkat,” ujarnya kepada Bisnis, Senin 3 April 2017.

    Menurutnya, pertumbuhan kredit mikro tidak terlepas dengan adanya program KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang mayoritas disalurkan untuk pengusaha mikro. Jumlah penyaluran kredit KUR khusus mikro sejak diluncurkan kembali di pertengahan Agustus 2015 jumlah realisasinya sudah mencapai Rp100 triliun.

    Dia juga menyampaikan pertumbuhan kredit mikro pada tahun lalu mampu tumbuh 18 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan kredit mikro 2015 yang sebesar 15 persen.

    "Belakangan ini penyaluran kredit KUR khusus mikro sejak diluncurkan kembali di pertengahan Agustus 2015, jumlah realisasinya sudah lebih dari Rp 100 triliun," jelasnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.