Persiapan Lebaran 2017, Jokowi Mulai Gelar Rapat Terbatas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan terjebak macet di exit Tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, 30 Juni 2016. Pada H-6 Lebaran, kendaraan pemudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah yang melintas meningkat dan diperkirakan puncak arus mudik pada H-3 dan H-4 Lebaran. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Kendaraan terjebak macet di exit Tol Pejagan - Brebes Timur, Jawa Tengah, 30 Juni 2016. Pada H-6 Lebaran, kendaraan pemudik dari Jakarta menuju Jawa Tengah yang melintas meningkat dan diperkirakan puncak arus mudik pada H-3 dan H-4 Lebaran. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menggelar rapat terbatas mengenai persiapan menghadapi Idul Fitri 1438 H. Presiden Joko Widodo ingin persiapan menghadapi Idul Fitri tahun ini jauh lebih baik lagi dibanding sebelumnya. "Meski masih 2,5 bulan lagi tapi alangkah baiknya bila memberikan perhatian bersama," kata Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 3 April 2017.

    Ada tiga hal yang menjadi sorotan presiden, yaitu pangan, transportasi, dan keamanan. Presiden Jokowi berharap dengan persiapan yang matang kaum Muslimin dapat menjalankan ibadah puasa dan Lebaran dengan tenang dan nyaman.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita optimistis harga pangan akan bergerak stabil. Ia beralasan cadangan untuk komoditas tertentu cukup aman, seperti daging dan gula. Khusus untuk daging, pemerintah sudah menyiapkan cadangan berupa daging kerbau. "Dari India (asal dagingnya)," kata dia.

    Baca : Menteri Enggartiasto Kendalikan Harga Sembako di Ritel Modern

    Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik Djarot Kusumayakti menyebutkan saat ini stok daging kerbau yang ada sebanyak 40 ribu ton. Sedangkan untuk gula stok mencapai 460 ribu ton. "Untuk beras kemungkinan puasa-Lebaran stoknya 2 juta ton," ucap Djarot.

    Lebih lanjut, di sektor transportasi, Menteri Perhubungan Budi Karya menjelaskan upaya antisipasi, khususnya titik kemacetan, terus dilakukan pemerintah. Seperti tahun sebelumnya, pihaknya akan mengidentifikasi titik-titik kemacetan. "Kalau jalan raya pasti Brexit (pintu keluar tol Brebes exit)," tutur Budi.

    Sebagai langkah awal, Kemenhub bersama kepolisian akan mengimbau pengguna jalan agar mencoba jalur alternatif dan tidak terpaku hanya pada satu jalan saja. Jalur-jalur di kawasan utara dan selatan bisa menjadi pilihan bagi pemudik. Upaya lainnya, Kemenhub bersama kepolisian berencana melakukan pembatasan kapasitas kendaraan di ruas jalan tertentu.

    Pada Lebaran tahun lalu, tepat saat arus balik, sektor transportasi menjadi sorotan utama. Kemacetan masih terjadi di sejumlah ruas jalan, terutama di ruas jalan tol menuju Brebes. Bahkan ada pemudik yang meninggal karena kelelahan akibat menghadapi kemacetan yang panjang.

    Baca : Lebaran, Ini Strategi Pemerintah Agar Tragedi Brexit Tak Terulang

    Menteri Budi menyatakan kemacetan yang terjadi menuju pintu keluar tol Brebes lantaran kurangnya koordinasi. Pihaknya tidak menyangka pergerakan lalu lintas kendaraan bakal padat. Oleh sebab itu, ia berharap pengguna jalan bisa mengurangi kemacetan dengan menjajal jalur alternatif.

    Mengenai potensi kenaikan angka arus mudik, Budi memprediksi akan ada penambahan. Ia belum bisa menyebutkan berapa besar kenaikan itu. Namun ia memperkirakan kenaikan angkutan darat sebesar 5-7 persen. Sedangkan penambahan angkutan udara diperkirakan mencapai sembilan persen.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.