Dua Direksi Baru PT PAL Indonesia Resmi Diangkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • M Firmansyah Arifin (kedua kanan), Direktur Utama PT PAL Indonesia, usai diperiksa di Gedung KPK, 31 Maret 2017. KPK menahan M Firmansyah Arifin terkait pembayaran

    M Firmansyah Arifin (kedua kanan), Direktur Utama PT PAL Indonesia, usai diperiksa di Gedung KPK, 31 Maret 2017. KPK menahan M Firmansyah Arifin terkait pembayaran "fee agency" penjualan kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV) ke Filipina. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua direksi PT PAL Indonesia (Persero) resmi diangkat pada Senin, 3 April 2017 di kantor Kementerian BUMN. Mereka adalah Budiman Saleh sebagai Direktur Utama dan Etty Soewardani sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum.

    Pengangkatan ini sesuai surat Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT PAL Indonesia nomor : SK-64/MBU/04/2017, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT PAL Indonesia.

    Acara dibuka oleh Fajar Harry Sampurno Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN dan dihadiri oleh direksi dan dewan komisaris perusahaan PT PAL Indonesia beserta pejabat pimpinan tinggi Kementerian BUMN.

    Baca : Cerita Warga Soal Ribetnya Proses Ganti Rugi Lahan Tol

    "Sebenarnya proses pergantian ini sudah cukup lama, namun sebagaimana kita ketahui untuk PT PAL Indonesia harus melewati Tim Penilai Akhir (TPA) terlebih dahulu. Melalui kesempatan ini, kami mengharapkan kepada dewan komisaris untuk dapat meningkatkan pengawasan secara korporasi dan kemudian ke depan direksi PT PAL Indonesia beserta jajaran agar terus semangat, semakin solid dan kompak dalam menjalankan perusahaan dengan baik," kata Fajar.

    Akhir Maret lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak di PT PAL terkait dugaan suap pengadaan kapal ke Filipina. Dalam OTT pada Kamis, 30 Maret 2017 lalu itu, KPK berhasil mengamankan uang US$ 25 ribu dari tangan Arief Cahyana selaku GM Treasury PT PAL Indonesia.

    Baca : BPS : Tarif Baru Taksi Online Bisa Dorong Inflasi Bulan Ini

    Dari kasus ini, Direktur Utama PT PAL, M Firmansyah Arifin dan Saiful Anwar selaku Direktur Keuangan juga ikut ditetapkan sebagai tersangka. Pada Jumat pekan lalu, Dewan Komisaris telah menunjuk Sutrisno sebagai Plt Direktur Utama PT PAL Indonesia menggantikan M Firmansyah. Sutrisno sebelumnya merupakan Direktur Pemeliharaan dan Perbaikan Kapal PT PAL Indonesia.

    ANTARA | ABDUL MALIK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.