Pastikan Pasokan Bahan Pokok Aman, Mendag Instruksikan Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan  Enggartiasto Lukita menjawab pertanyaan wartawan di Auditorium Kementerian  Perdagangan, 3 April 2017. TEMPO

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjawab pertanyaan wartawan di Auditorium Kementerian Perdagangan, 3 April 2017. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa pasokan bahan pokok menjelang bulan puasa dan Lebaran sudah dalam posisi aman. "Menjelang puasa stok aman," kata Enggar ketika ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, 3 April 2017.

    Menteri Perdagangan juga telah menginstruksikan seluruh petugas provinsi dan kabupaten kota untuk turun ke lapangan. Begitu pula para distributor diminta melaporkan posisi stok. "Semua nanti harus lapor posisi. Lapor posisi stoknya, termasuk harganya, jadi bisa terpantau," ucapnya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan jika pasar retail modern adalah price leader atau acuan harga, oleh kerena itu harus dikendalikan. Nantinya para retail modern tidak boleh menjual barang dengan harga di atas harga yang sudah ditetapkan batasnya. "Aturan wajib lapor ini sudah dimulai dan sudah ditandatangani Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia," ujar Menteri Perdagangan.

    Baca: Menteri Enggartiasto Kendalikan Harga Sembako di Ritel Modern

    Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah memantau untuk memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok masyarakat menjelang Ramadhan dan Lebaran 2017/1438 H.

    Upaya Kementerian Perdagangan tersebut dilakukan bersama Kepala Dinas Provinsi yang membidangi perdagangan seluruh Indonesia melalui rapat koordinasi (rakor) guna mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok.

    "Kemendag berupaya mengantisipasi sejak dini potensi kenaikan harga barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional. Secara alamiah kenaikan harga terjadi akibat kenaikan permintaan. Ini yang harus diantisipasi dengan ketersediaan stok," tutur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

    Baca: KPPU Awasi Harga Bahan Makanan Menjelang Hari Raya

    Dalam rakor tersebut dibahas identifikasi ketersediaan pasokan dan harga barang kebutuhan pokok di tingkat nasional dan di daerah. Selain itu, mengidentifikasi kesiapan pemerintah daerah untuk menghindari terjadinya kekurangan pasokan, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi atau penimbunan barang kebutuhan pokok secara tidak wajar.

    Enggartiasto menjelaskan dari hasil pantauan dalam kurun waktu sebulan terakhir tercatat harga barang kebutuhan pokok cenderung stabil bahkan turun, terutama untuk cabai rawit merah turun 13,85 persen, cabai merah besar 13,88 persen, dan cabai merah keriting 10,54 persen.

    "Harga barang pokok dalam sebulan terakhir relatif stabil, bahkan cenderung turun. Kami akan terus memastikan harga barang pokok tetap stabil dan pasokan terjaga," ujar Enggartiasto.

    Kemendag telah membangun sistem informasi harga dan pasokan yang terintegrasi. Hingga saat ini telah dilakukan pemantauan harga barang pokok dan barang penting di 165 pasar rakyat yang ada di 34 ibu kota provinsi dan 48 kabupaten kota secara harian, dan titik pantauan akan ditambah pada 2017.

    "Tahun ini, selain titik pantuan harga tersebut, Kemendag juga melakukan pantauan ketersediaan stok atau pasokan 18 komoditas di 84 pasar rakyat, serta pasokan cabe dan bawang merah di sepuluh pasar induk dan enam sentra produksi," tambah Enggartiasto.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.