BI: Kredit Perbankan Tumbuh 8,4 Persen pada Februari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung memperhatikan sistem kepemilikan rumah dan apartemen dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2017, di Jakarta, 18 Februari 2017. Bank BTN menggenjot penyaluran KPR 2017 hingga Rp2,5 triliun, dalam upaya meningkatkan penyaluran KPR Bank BTN sebesar 40 persen hingga tahun 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah pengunjung memperhatikan sistem kepemilikan rumah dan apartemen dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2017, di Jakarta, 18 Februari 2017. Bank BTN menggenjot penyaluran KPR 2017 hingga Rp2,5 triliun, dalam upaya meningkatkan penyaluran KPR Bank BTN sebesar 40 persen hingga tahun 2019. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.COJakarta - Bank Indonesia melaporkan penyaluran kredit perbankan pada Februari 2017 tumbuh 8,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 4.333 triliun, atau meningkat dibanding Januari 2017 yang sebesar 8,2 persen (yoy).

    Peningkatan penyaluran kredit perbankan terjadi menyeluruh pada kredit modal kerja (KMK) yang tumbuh 11,8 persen (yoy), juga kredit investasi yang naik 9,7 persen (yoy). Demikian dinyatakan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam penjelasan Analisis Uang Beredar, di Jakarta, Minggu, 2 April 2017.

    "KMK pada Februari 2017 sebesar Rp 2.042 triliun, sedangkan kredit investasi sebesar Rp 1.119 triliun," ujar Tirta.

    BacaIHSG Kuartal Pertama 2017 Menguat 5,12 Persen

    Bank Sentral mencatat pertumbuhan kredit modal kerja terutama terjadi di sektor industri pengolahan yang meningkat menjadi 8,2 persen (yoy) dari 1,2 persen (yoy) pada Januari 2017, juga sektor keuangan, properti real estate, serta jasa perusahaan yang tumbuh menjadi 21,8 persen (yoy) dari 13,5 persen (yoy) pada Januari 2017.

    Sedangkan kredit investasi, menurut BI, paling banyak tumbuh di sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang naik 15,8 persen (yoy) dari 10,9 persen (yoy) pada Januari 2017. Kemudian kredit investasi sektor keuangan, properti real estate dan jasa tumbuh 15,9 persen (yoy) dari 13,5 persen (yoy).

    Lihat juga
    Beberapa Penyebab Target Tax Amnesty Tak Tercapai
    Pasca-Tax Amnesty, Pemerintah Harus Fokus Reformasi Perpajakan

    Adapun untuk kredit usaha mikro, kecil, dan menengah, BI mencatat pertumbuhan yang signifikan, yakni menjadi 29,8 persen (yoy) atau sebesar Rp 946,3 triliun dibanding Januari 2017 yang tumbuh 8,5 persen (yoy). "Kenaikan kredit UMKM terjadi pada modal kerja dan investasi," ujar Tirta.

    Sedangkan pelambatan justru terjadi pada kredit sektor properti, di mana terjadi koreksi pada Februari 2017 dengan pertumbuhan 15 persen (yoy) atau menjadi Rp 706 triliun dibanding Januari yang sebesar 15,1 persen (yoy).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.