IHSG Kuartal Pertama 2017 Menguat 5,12 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) di sepanjang kuartal pertama 2017 menguat 5,12 persen ke posisi 5.568,10 poin jika dibandingkan akhir tahun lalu di level 5.296,71 poin.

    Kepala Divisi Komunikasi BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 2 April 2017, mengemukakan bahwa sejalan dengan penguatan IHSG, nilai kapitalisasi pasar saham juga meningkat sebesar 5,24 persen menjadi Rp 6.055,23 triliun dari Rp 5.753,61 triliun pada akhir 2016 lalu.

    "Di sepanjang kuartal pertama 2017, IHSG dan nilai kapitalisasi pasar BEI berkali-kali berhasil melampaui rekor tertinggi sepanjang masa. Pencapaian tertinggi level IHSG dan nilai kapitalisasi pasar BEI terakhir terjadi pada Kamis, 30 Maret 2017, silam dengan ditutup di level 5.592,95 poin dengan nilai kapitalisasi Rp 6.078 triliun," ujarnya.

    Baca
    Beberapa Penyebab Target Tax Amnesty Tak Tercapai
    Pasca Tax Amnesty, Pemerintah Harus Fokus Reformasi Perpajakan
    Ikut Pertukaran Data Pajak, Apa Saja Yang Harus Diwaspadai

    Dia juga mengemukakan bahwa laju IHSG selama sepekan terakhir ini atau periode 27-31 Maret 2017 tercatat mengalami kenaikan tipis 0,02 persen dari posisi pekan sebelumnya 5.567,13 poin, nilai kapitalisasi pasar pada periode itu juga meningkat 0,08 persen.

    Secara terpisah, Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan bahwa sentimen makroekonomi domestik yang relatif cukup kondusif di sepanjang kuartal pertama tahun ini menjadi salah satu faktor yang menopang IHSG. "Laju inflasi yang stabil, meningkatnya cadangan devisa Indonesia hingga neraca perdagangan yang surplus menandakan ekonomi domestik cukup kondusif," katanya.

    Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa kinerja IHSG yang positif itu juga seiring dengan sebagian investor yang melakukan aksi "window dressing" pada akhir kuartal pertama 2017.

    "Sentimen window dressing itu telah membuka peluang bagi IHSG untuk bergerak di area positif," katanya.

    Fenomena Window Dressing adalah suatu kondisi dimana harga saham di bursa cenderung menguat. "Windows dressing" bisa terjadi pada setiap kuartal seiring dengan laporan keuangan emiten keluar. Tetapi efek paling besar terjadi pada akhir tahun.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.