Kementan Rangkul NU Bangun Sektor Pertanian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang memanen padi di lahan pertanian Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 8 Maret 2017. Foto: Nofika Dian Nugroho

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sedang memanen padi di lahan pertanian Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 8 Maret 2017. Foto: Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sepakat membangun pertanian di sejumlah daerah melalui organisasi di bawah ormas tersebut, seperti Fathayat, Muslimat, dan Ansor, dalam upaya menciptakan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

    "Komoditas yang akan dikerjasamakan merupakan komoditas pangan strategis, seperti jagung dan cabai. Apa saja komoditasnya tidak masalah, bawang boleh, semua komoditas strategis kita," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 1 April 2017.

    Baca : Kementan Minta Penghitungan Statistik Pertanian Ditinjau Ulang

    Kerja sama tersebut disepakti oleh Menteri Amran dengan Ketua Umum ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut KH Said Aqil Siroj. Amran merangkul BNU untuk kerja sama pertanian mengingat dampaknya sudah sangat terasa di saat beberapa waktu lalu terjadi lonjakan harga sejumlah komoditas di berbagai daerah.

    Amran mencontohkan bagaimana harga cabai sekarang bisa stabil karena kerja sama pihak-pihak yang terlibat dalam gerakan tanam cabai dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang digalakkan awal tahun ini.

    Sementara itu, pemimpin PBNU sendiri mengakui program pemerintah tersebut membawa dampak positif terhadap kesetabilan harga cabai saat ini. Dampak positif tersebut justru memunculkan kekhawatiran jika harga cabai Rp 40 ribu – 50 ribu di pasar, sehingga harga justru meluncur ke bawah dan minta Kementan untuk menyiapkan mesin pendingin untuk menyerap cabai yang ditanam masyarakat.

    Baca : Desa Bisa Maju, Gubernur NTB: Ini Syaratnya

    Amran sempat menyikapi kondisi jagung saat ini yang harganya sedang turun akibat stok yang melimpah. Kementerian telah berbicara dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) untuk menyerap jagung yang ada di petani dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah dengan harga jagung pipilan kering Rp 3.150 per kilogram.

    Menteri Amran berharap kerja sama dengan PBNU ini segera terealisasi. "Harapannya sebelum bulan empat sudah tanam", ujarnya.

    Dengan semua elemen masyarakat PBNU yang terlibat, sehingga hal tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang bagi pertanian Indonesia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.